Masjid Agung Buah Batu

3078.jpg

Masjid Agung Buah Batu
Foto: Nugraha/PDR
MASJID Agung Buahbatu merupakan masjid tertua di kawasan Bandung Selatan. Pembangunan awal masjid dilakukan pada 17 Ramadhan 1357 H (10 November 1938) dan selesai hingga diresmikan pada 22 Jumadil Awal 1358 H (9 Juli 1939). Pemasangan batu pertama pembangunan masjid dilakukan oleh Padoeka Kandjeng Dalem Raden Wiranatakoesoema (Boepati Bandung). Adapun yang bertugas sebagai pelindung panitia pembangunan masjid (Beschermheer) adalah Raden Wiriadipoetra yang juga menjabat sebagai Wedana Oejoengbroeng. Serta MAS Memed Wiriasoemitra (yang saat itu menjabat Opzichter Desawerken RR Bandoeng) bertugas sebagai pengawas (Noe Nitenan). 
 
Keterangan mengenai nama-nama yang terlibat dalam pembangunan Masjid Agung Buahbatu ini tercatat dalam sebuah prasasti peresmian. Prasasti tersebut berupa sebuah lempeng batu marmer persegi yang sekarang menempel pada salah satu tiang di teras masjid. Pada lempengan marmer yang bertuliskan huruf latin dengan bahasa Sunda itu dijelaskan dengan lengkap semua data mengenai pembangunan masjid yang semula bernama Masdjid Kaoem Boeahbatoe itu. Informasi lain yang juga disebutkan adalah bangunan masjid dirancang oleh arsitek N. Goedbloed Bouwkundige. 
 
Pada tahun 1988 dilakukan renovasi besar-besaran oleh Bupati Bandung HD Cherman E. Renovasi ini menghancurkan seluruh bangunan masjid yang lama dan hanya menyisakan prasasti peresmian pembangunan awal saja. Setelah selesai renovasi, kembali dibuat sebuah prasasti peresmian yang bertuliskan : Masjid Agung Buah Batu diresmikan Bupati Bandung HD Cherman E, Paseh 16 Desember 1988.
 
Sejak itu, perombakan demi perombakan terus dilakukan terhadap bangunan masjid. Pada tahun 2008 perombakan besar-besaran kembali dilakukan dan rampung dua tahun kemudian. Tepat pada 30 Agustus 2010 atau bertepatan dengan 20 Ramadan 1431, Masjid Agung Buahbatu dengan bangunan baru yang lebih modern diresmikan oleh Walikota Bandung Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Keduanya membubuhkan tanda tangan pada sebuah batu prasasti hitam. Hingga saat ini, baik prasasti peresmian tahun 1939, prasasti peresmian tahun 1988 maupun prasasti peresmian tahun 2008 masih menyatu dengan masjid.
 
Konon, renovasi besar-besaran pada tahun 2008 – 2010 tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 4,5 miliar. Adapun arsitek dari ITB, H. Ahmad Nu’man, yang merancang keseluruhan bangunan masjid berlantai dua itu. Kini, Masjid Agung Buah Batu memiliki satu kubah besar warna emas dengan balutan dinding luar dari kaca patri bermotif dan berkaligrafi warna kuning dan hijau. Lantai bagian dalam masjid berbahan parkit, sedangkan bagian luarnya menggunakan lantai keramik. Kusen kayu jati yang dipasang di sekeliling bangunan masjid semakin menambah kemegahannya. Adapula hiasan kaligrafi yang menempel pada kubah bagian dalam berpadu dengan lampu hias semakin menambah keindahan masjid. (Hanif Hafsari C/DOK)
 
Alamat: 
Masjid Agung Buah Batu
Jl. Marga Cinta No. 2 , Kujangsari, Margacinta,Cijaura,Buahbatu
40287 Bandung Jawa Barat
Phone: (022) 7567554
Indonesia
Daerah: