SMKN 15 BANDUNG

3200.jpg

SMKN 15 BANDUNG
Foto : Nugraha R/PDR
SEKOLAH Menengah Kejuruan Negeri  (SMKN) 15 Bandung mulanya bernama Kweek School Voor Onderwinzer. Sekolah tersebut didirikan oleh organisasi yang dikenal dengan nama Indo Europee Verbond (IEV). IEV adalah organisasi massa dan politik yang menghimpun kaum Indo, terutama kalangan pemuda pada masa periode Hindia-Belanda di Indonesia.
 
Organisasi ini didirikan sekira tahun 1919 oleh Karel Zaalberg dengan tujuan menyuarakan kepentingan kaum Indo yang pada masa itu semakin terdesak oleh kalangan pribumi (Inlanders) dalam jawatan pemerintahan. Selain itu organisasi tersebut bertujuan meredam ide-ide radikal nasionalis dari kalangan pribumi terdidik dan sejumlah orang Eropa yang menghendaki kemerdekaan penuh Hindia-Belanda dari Belanda. Selanjutnya  demi mendapatkan dukungan di dewan perwakilan rakyat Hindia-Belanda (Volksraad) IEV berubah menjadi instrument politik pemerintahan  dan menguasai kalangan Eropa di perwakilan itu.
 
Tujuh Tahun pasca kemerdekaan Indonesia SMKN 15 Bandung mengalami perubahan nama  dan fungsi sekolah yang panjang.  Pada tanggal 15 Februari 1952 nama Kweek School Voor Onderwinzer berubah nama menjadi Indoeenheidts Verbond atau Gabungan Indo Unit Kesatuan Indonesia (GIKI). Setahun kemudian pada 1 Mei bangunan GIKI menjadi Sekolah Guru Atas (SGA) Negeri II Bandung. Sekolah ini terletak di jalan Papandayan dan berubah nama sekira tahun 1960-an menjadi jalan Gatot Subroto. Pada tanggal 22 April 1978 SGA Negeri II Bandung berubah nama menjadi Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri I.  Selanjutnya berdasarkan SK Kakanwil Depdikbud Propinsi Jawa Barat No. 114 b/I02/Kep/R83 SPG Negeri I digunakan untuk Sekolah Guru Olahraga (SGO) Negeri mulai 1 September 1983.  Kemudian tanggal 5 Juni 1989 SGO Bandung kembali berubah menjadi Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial (SMPS) Negeri. Barulah sekira tahun 1997 SMPS Negeri Bandung  berubah nama menjadi SMK Negeri 15 Bandung Kelompok Kesejahteraan Masyarakat Bidang Keahlian dan Program Keahlian Pekerjaan Sosial. Enam tahun kemudian SMKN 15 Bandung menambah satu bidang yakni Keahlian Pariwisata dengan program Keahlian Akomodasi.
 
Bangunan SMKN 15 Bandung  yang diarsiteki oleh  Frans Johan Lowrens Ghijsels yang merupakan ahli tata kota Belanda memiliki gaya khas. Salah  satu gaya yang diterapkan di sekolah ini yakni membangun pilar-pilar sederhana yang digabungkan pada dinding bangunan putih. Bagian ini dapat kita lihat pada bagian depan gedung yang menghubungkan bagian Aula, ruang perpustakaan dan tata usaha sekolah.  Gayanya hamper mirip dengan bangunan SMA 3 dan 5 yang mengadopsi unsur lokal contohnya tiang-tiang, atap, plafon, jendela terbuat kayu. Sebagian besar bagian fisik gedung masih terlihat asli seperti lantai, plafon dan genting. Namun untuk bagian pintu ruangan sebagian sudah diganti. Selama sekolah ini berdiri renovasi yang pernah dilakukan adalah  memperbaiki ruangan Aula sekira tahun 1997. Selain itu melakukan pengecatan dinding dan perbaikan-perbaikan  pada bagian plafon ruangan. Selanjutnya sekira tahun 2013 membangun gedung dua lantai dengan merenovasi sekira tiga ruangan asli. Kini dari 12 ruangan yang masih asli tersisa tinggal 9 ruangan. Ruangan tersebut kini sebagain besar dipakai menjadi ruang kelas. (Nugraha Ramdhani/PDR)
 
Alamat: 
SMKN 15 BANDUNG
Jl. Jendral Gatot Subroto No.4 Bandung
40262 Bandung Jawa Barat
Indonesia
Daerah: