Toko Babah Kuya

3255.JPG

Toko Babah Kuya
Nugraha R/PDR
BERBICARA mengenai sejarah perekonomian di kota Bandung tak akan lepas dari peran pecinaan, atau kampung Cina, yang berada di sekitar pasar baru. Semenjak awal 1900-an di daerah ini mulai bermunculan toko dan pedagang-pedagang yang nantinya akan mendorong perkembangan pasar baru sebagai pusat pasar tradisional. Salah satunya adalah toko jamu Babah Kuya.
 
Berdiri semenjak 1800-an, toko yang menyediakan ratusan rempah dan jamu ini hingga kini mampu bertahan melawan arus modernitas. Di tengah kepungan ragam obat pabrik farmasi, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, toko ini masih setia menyediakan beraneka herba secara komplit. Ada herba yang tergolong langka dan hampir punah, dan ada pula yang merupakan penemuan baru. Contohnya adalah daun kitolot, daun murbai, jamur kayu, red papua, kulabet, antanan, antehai, cabai jawa, sambiloto, cecenet, atau jahe merah. Sebagian besar bahan rempah dan herba ini dijual sudah dalam keadaan kering, dan sebagian lagi digiling. 
 
Begitu memasuki tokonya, aroma rempah-rempah tersebut sudah menggelitik dan menyergap hidung. Sementara itu, puluhan tong dan stoples ukuran besar berisi rempah juga tak mau ketinggalan menyambut pelanggan. Pengunjung yang kebingungan dalam memilih jenis jamu yang cocok pun tak perlu khawatir. Sang pemilik, Iwan Setiadi, dan pegawainya siap memberikan konsultasi agar pengunjung bisa mendapatkan obat yang sesuai dengan penyakitnya. Begitu pula dengan cara penyajiannya. Para pelanggan tak perlu ragu untuk bertanya mengenai cara mengolah jamu yang dibeli. 
 
Walau menjual rempah dan jamu, bukan berarti Toko Babah Kuya lari dari ilmu pengetahuan tentang obat-obatan. Sang pemilik, mengumpulkan berbagai buku referensi mengenai rempah-rempah mulai dari Belanda, Korea, hingga ke Cina. Karena itu semua jamu yang dijajakan di Toko Babah Kuya sudah tercantum dalam buku referensi yang menerangkan khasiatnya. 
 
Karena itu jangan heran jika toko Babah Kuya memiliki pelanggan puluhan tahun yang masih setia datang ke toko ini untuk berobat. Bahkan sehari-harinya aktivitas jual-beli rempah terlihat sangat ramai, dengan pelanggan yang terkadang mengantri untuk memesan jamu. Pelanggannya pun tidak hanya dari kalangan pribumi, tetapi juga orang-orang Belanda dan keturunan Cina.
 
Hingga kini, toko obat Babah Kuya sudah beralih tangan dalam empat generasi. Dulunya toko ini didirikan oleh Tan Sioe How di Jl. Pasar Barat, tahun 1910. Namun, referensi lainnya menyebutkan bahwa kemungkinan toko ini sudah berdiri lebih awal, yaitu tahun 1800-an. Tan sendiri, bersama dengan keluarga Achsan, merupakan perintis usaha perdagangan di kawasan ini.(DOK/PR)
 
Alamat: 
Toko Babah Kuya
Jln. Pasar Selatan No. 33, Pasar Baru Kota Bandung
40181 Bandung Jawa Barat
Phone: (022) 4238517
Indonesia
Daerah: