ACT Jawa Barat Luncurkan Program “Marhaban Yaa Dermawan”

Bandung (PR INFO) – Menyambut bulan suci Ramadhan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak umat Muslim sedunia untuk memperbanyak amal saleh melalui program kemanusiaan di pelosok Indonesia hingga berbagai belahan dunia yang terangkum dalam program Ramadhan bertajuk “Marhaban Yaa Dermawan”. Selain itu, ACT juga mengajak para stakeholders untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan “akselerasi” kedermawanan.

Kepala Cabang ACT Jawa Barat Renno I. Mahmoeddin mengatakan, salah satu kondisi yang melatarbelakangi program Ramadhan ACT yaitu masih adanya sekitar 190,7 juta orang terdampak krisis dan konflik di lebih dari 35 negara di dunia, di mana 68,5 juta orang terpaksa keluar dari negaranya untuk mengungsi. Sedangkan diprediksi 80% penduduk miskin di dunia pada tahun 2030 akan tinggal di negara rentan konflik, bencana, kelaparan, dan krisis lainnya.

Selain itu, menurut dia, kondisi Indonesia saat ini masih berada pada peringkat 73 di dunia dengan tingkat kelaparan kategori serius, di mana 12,5 juta orang masih hidup dalam kemiskinan kategori ekstrem dan 62,2% penduduk miskin tinggal di perdesaan.

Jumlah masyarakat miskin di Kota Bandung Bandung sendiri menurut data BPS tercatat sebanyak 89.380 jiwa atau sebesar 3,57% dari total populasi pada tahun 2018. Angka ini dilihat dari pendapatan per kapita Rp 448.902 per bulan. Angka yang sangat kecil jika dibandingkan dengan UMK Bandung Rp 3.339.580,61. Hal ini diperparah dengan cenderung naiknya harga berbagai kebutuhan pokok menjelang Ramadhan. Kondisi ini tentunya sangat memberatkan masyarakat prasejahtera.

Renno menambahkan, Ramadhan merupakan bulan terbaik dan termulia dari semua bulan yang senantiasikan dijadikan momentum pelipatgandaan ikhtiar dan amalan terbaik umat Muslim. “Sekalipun Indonesia masih disibukkan dengan tema politik, Ramadhan merupakan momen menyatukan berbagai perbedaan. Di bulan yang suci ini, kita harus selalu ingat bahwa ekonomi sejumlah negara yang berpenduduk mayoritas Muslim masih mengkhawatirkan, khususnya akibat konflik yang berkepanjangan, baik internal maupun eksternal,” ujarnya.

Menurut Renno, program “Marhaban Yaa Dermawan” hadir karena ACT meyakini Indonesia masih dipenuhi oleh masyarakat yang memiliki jiwa dermawan. “Kami meyakini semua umat selalu merindukan kedatangan Ramadhan, begitupun sebaliknya, Ramadhan juga sangat merindukan adanya orang yang dermawan. Ramadhan adalah momen terbaik bagi para dermawan untuk kemudian menebar amalan kebaikan. Tujuan finalnya, program-program yang diberikan juga bisa berperan sebagai pengentas kemiskinan,” tutur Renno.

Adapun spirit menebar amalan kebaikan di bulan Ramadhan untuk masyarakat prasejahtera di Bandung dan Jawa Barat selain hadir dalam program kebaikan juga akan difokuskan untuk berbagi ifthor (makanan buka puasa) menggunakan Humanity Foodtruck dan menggunakan kendaraan roda dua atau motor dengan nama Dermawan Bermotor Tebar Ifthor. Sedangkan, untuk tepian dan pelosok negeri lewat Kapal Ramadan. “Kami juga akan memberangkatkan Kapal Ramadhan dari lima titik dengan membawa paket-paket pangan. Insya Allah kami akan menyasar ratusan ribu masyarakat prasejahtera di seantero Nusantara,” pungkasnya. (BHS/adv)