Alfamart Latih Pedagang Kecil

PR-Info - “BANYAK ilmu dan pengetahuan yang saya dapat, setelah ikut pelatihan bagi pedagang kecil seperti saya ini, jadinya saya sekarang tahu bagaimana menata barang agar menarik dan sesuai dengan peruntukannya, serta cara mengatur pola penyimpanan barang dan kelola keuangan,” papar Pepen (30), pedagang eceran kecil asal Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Bagi Pepen, dengan mengikuti pelatihan pengelolaan warung bagi usaha mikro kecil yang telah digelar Alfamart, setidaknya membuka wawasan dan cakrawalanya terkait pengelolaan warung/kios miliknya. Tak hanya pepen, peserta pelatihan lainnya, Misrahayu (35) asal Desa Cangkringan, Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu juga berkomentar senada, dengan mengikuti pelatihan ini, manfaat yang dirasakan adalah mendapatkan pengetahuan untuk mengatur barang dagangannya, agar bisa menarik pembeli hingga barang dagangannya bisa laku dan diminati konsumen, dengan begitu diharapkan akan menaikkan omzetnya.

Pepen dan Misrahayu, merupakan bagian dari peserta pelatihan pengelolaan warung, yang digelar oleh Alfamart dalam upaya merangkul para pedagang usaha mikro kecil (UMK) di Jawa Barat, sebagai bentuk perhatiannya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibilty (CSR) Alfamart.

Pelatihan pengelolaan warung bagi usaha mikro kecil untuk wilayah Jawa Barat untuk tahun 2012 telah digelar di Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu. Sebanyak 130 pedagang kecil warung eceran di Kabupaten Indramayu dan 75 pedagang di Kabupaten Subang, cukup antusias untuk mengikuti pelatihan ini, terbukti dari jumlah banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada pemateri yang berasal dari tenaga terlatih dan profesional dari Alfamart.

Menurut Senior Corporate Communications Manager Alfamart, Choirullah, materi yang disampaikan kepada para peserta dapat memberikan pencerahan sekaligus wawasan tata cara dan pengetahuan bagaimana mengelola bisnis ritel secara sederhana, seperti cara mendisplay barang, mengelola persediaan barang dan uang.

Target yang diharapkan pada program ini, setelah mendapatkan pelatihan, para pedagang kecil tersebut, dapat memperbaiki pola usahanya untuk bisa berkembang lebih baik dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan kemitraan dan sinergis antara Alfamart dengan pedagang warung kecil ini, sudah pula dilakukan di berbagai kota di Jabotabek dan sejumlah kota/kabupaten di berbagai provinsi.

Sementara itu untuk program pembinaan bagi pedagang kecil, mengusung konsep kemitraan sejajar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola minimarket Alfamart, sudah merangkul para pedagang kecil melalui program OBA (Outlet Binaan Alfamart). Di Kabupaten Indramayu saja, sudah ada sekitar 1.400 pedagang kecil eceran yang menjadi anggota dan menjadi binaan Alfamart, sementara di Kabupaten Subang sebanyak 900 pedagang kecil eceran yang telah dibina.

Program Outlet Binaan Alfamart (OBA) merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap bidang sosial kemasyarakatan, khususnya untuk merangkul para pedagang kecil. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye Alfamart Sahabat Indonesia (SAtu HAti berBAgi UnTuk Indonesia), akan semakin banyak pedagang ritel kecil yang terbantu dan tingkat pengangguran dapat berkurang sehingga pada akhirnya bermanfaat bagi pengembangan ekonomi secara keseluruhan.

Sebagai pemain ritel, aktivitas sosial perusahaan bagi Alfamart merupakan satu hal yang patut dijalankan seiring dengan berkembangnya zaman. Corporate Social Responsibility (CSR) Alfamart merupakan suatu komitmen berkesinambungan yang dibangun dengan berlandaskan pada prinsip ekonomi, sosial dan lingkungan, sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat serta turut berkontribusi pada pembangunan nasional sebagai implementasi dari good corporate governance. (adv./A-108)***