Alumni HI UNPAR Ajak Semua Pihak Berkontribusi Untuk Indonesia yang Plural dan Demokratis

4427.jpg

Ki-Ka: Dino Kusnadi (Alumni 1988), Direktur Eropa I, Kementerian Luar Negeri, Dandy Iswara (Alumni 1992), Deputi Amerika, Direktoran Negosiasi Bilateral, Kementerian Perdagangan, Grata Endah Werdaningtyas (Alumni 1988), Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata/KIPS, Kementerian Luar Negeri, Sisi Soeratman (Alumni 1989), General Manager Public Relations Iris, Bima Arya (Alumni 1991), Walikota Bogor, Yunarto Wijaya (Alumni 1999), Executive Director Charta Politica dan Maruarar Sirait (Alumni 1988), Angota DPR-RI Komisi XI.
Bogor (PRINFO) -  Temu kangen ratusan alumni Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Katolik Parahyangan (HI UNPAR) berbagi cerita, pandangan serta pengalaman karirnya di temu alumni akbar yang digelar pertama kali di Balai Kota Bogor Jawa Barat, hari minggu (28/10/2018), dengan tema HI Connect. HI Connect diadakan oleh Ikatan Alumni Program Studi HI UNPAR (IKAPRODI HI UNPAR) dalam rangka menghubungkan kembali para alumnus HI UNPAR angkatan 1981-2018 yang kini sedang merintis karirnya, di berbagai bidang dan sektor industri.
 

2.jpg

Bonggas Adhi Chandra, Ketua Ikaprodi HI UNPAR mengajak para alumni untuk bersatu untuk berkontribusi dalam semangat kebangsaan dan keragaman di acara HI Connect 2018, Minggu ( 28/10/2018)
“Mahasiswa HI UNPAR itu terkenal akan keanekaragamannya. Kami berasal dari beragam penjuru daerah di Nusantara, bertemu di HI UNPAR, menimba ilmu yang sama, kemudian kami masing-masing pergi membawa pengalaman dan nilai-nilai tersebut serta mengaplikasikannya ke dalam perjalanan karir kami”. Saat pemaparan dalam penjelasannya mengenai tagline Ikaprodi HI UNPAR yang berbunyi “Excellence Through Diversity“. Ujar Ketua IKAPRODI HI UNPAR, Bonggas Adhi Chandra. "Kami menyadari betul perbedaan antara kami, namun dengan perbedaan tersebut kami semakin menjunjung tinggi keanekaragaman, toleransi dan tenggang rasa,” lanjut Bonggas, yang juga berprofesi dosen dan Konsultan Politik.
 
HI Connect yang dihadiri lebih dari 300 alumni dari 37 angkatan merupakan tonggak pertama kegiatan Alumni. Selain merencanakan kegiatan HI Connect menjadi acara tahunan, KAPRODI HI UNPAR juga berencana untuk mengadakan program kajian Strategis terhadap kebijakan negara, baik dalam dan luar negeri yang berlaku di Indonesia. Kajian strategis tersebut kemudian diberikan kepada institusi yang berwenang untuk dijadikan sebagai masukan dan rekomendasi kebijakan negara.
 
Berbeda dengan temu akbar alumni pada umumnya, di kesempatan ini IKAPRODI HI UNPAR mengajak para alumni untuk bersama satukan tekad dan semangat untuk menghasilkan kontribusi kepada negara dan bangsa, ndonesia. Banyak para alumni yang hadir dan menyumbang buah pikiran serta pandangannya, perihal cara mereka dalam berkontribusi terhadap Indonesia yang plural dan demokratis. Pemilihan waktu yang bersamaan dengan hari Sumpah Pemuda pun diputuskan sebagai deklarasi peneguhan semangat kebangsaan dan semangat persatuan dalam keragaman, semangat yang sama seperti yang dimiliki oleh pemuda pemudi Indonesia 90 tahun yang lalu.
 
“Setelah kita berbagi pengalaman apa perubahan yang sudah kita lakukan di dalam profesi kita, bagaimana ‘nilai-nilai’ semasa kuliah, membentuk kita di posisi kita sekarang, mari kita satukan tekad dan semangat networking, supporting dan promoting yang dapat bermanfaat bagi tidak hanya sesama alumni, mahasiswa HI UNPAR, Prodi HI UNPAR namun juga untuk masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Di tengah iklim politik yang ramai dan hiruk-pikuk, di tengah tantangan ekonomi domestik dan ekonomi global marilah kita semua solid bersatu, berkontribusi, berbuat yang terbaik bagi diri kita, keluarga kita, lingkungan kita dan untuk Indonesia,” pungkas Bonggas pada penghujung acara HI
Connect 2018. (Donny Amantino Manap)***