Bakpia oh.. bakpia

Bakpia, salah satu penganan khas kota gudeg Jogjakarta, hingga saat ini tetap menjadi incaran wisatawan dalam berburu oleh-oleh khas Jogjakarta. Ada hal ihwal menarik soal bakpia ini untuk diketahui secara umum, berikut hasil wawancara bersama salah seorang pemilik Toko Pusat Oleh-oleh khas Jogjakarta, di sekitar Malioboro :

Pertama : Soal merek dagang yang menggunakan angka, misalnya “Bapia Patuk 75”, “Bakpia Patuk 25”. Atau “Bakpia 232”, dan lain sebagainya, penamaan merek itu biasanya bersumber dari nomor rumah sebagai alamat pabrik pembuatnya, dan bukan urutan kualitas rasa kue penganan bersangkutan.

Kedua : Harga produk bakpia yang sama yang dijual di toko-toko penyedia oleh-oleh, cenderung berbeda harganya, walaupun produknya sama. Ini barang kali yang menjadi daya tarik dalam berbelanja oleh-oleh, yang memungkinkan terjadi transaksi tawar menawar seperti layaknya di pasar.

Ketiga : Untuk urusan rasa dan kwalitas, bila berbelanja oleh-oleh bakpia ini ada baiknya langsung ke pabriknya saja yang banyak tersebar di sekitar Malioboro, dijamin masih hangat. Namun apabila tidak tahu alamatnya ada baiknya kita masuk ke toko-toko penyedia oleh-oleh secara langsung, maksudnya tidak melalui petunjuk perantaraan.

Di bawah ini adalah sebuah Pusat Oleh-oleh yang harganya dijamin sesuai dengan kualitasnya, serta menyediakan berbagai rupa oleh-oleh khas kota gudeg Jogjakarta.

PUSAT OLEH-OLEH KHAS JOGJA “DANICA” Jalan Bhayangkara No. 40 Jogjakarta.

Selamat berbelanja oleh-oleh khas Jogjakarta.

 

(Deden Heri/Nuq)***

Foto Bakpia DANICA