Bentuk Duta BUGS di Sekolah

SETELAH penyelenggaraan Bandung Urban Farming Goes To School (BUGS) beberapa waktu lalu, SMP Pasundan 5 berusaha mengaplikasikan secara berkelanjutan.

Salah satunya dengan membentuk Duta BUGS yang tugasnya melakukan aksi langsung peduli lingkungan. Hal tersebut dikemukakan salah satu guru SMP Pasundan 5, yang juga fasilitator kegiatan BUGS, Mida Novianti Rahma.

"Keberadaan Duta BUGS diharapkan dapat mensosialisasikan kegiatan tersebut di sekolah. Aksi nyata yang secara rutin mereka lakukan diantaranya menjaga tanaman yang ada di sekolah, secara langsung menyiram dan memupuki. Mereka memberikan praktek langsung di lapangan dalam sehari-harinya, sehingga menggugah rasa ingin tahu siswa lainnya untuk sekedar bertanya ataupun turut melakukan hal yang sama," ujar Mida.

Siswa Kelas 9F SMP Pasundan 5, Yusi Rachmawati mengungkapkan bagwa melalui program BUGS jadi awal untuk belajar bercocok tanam. Dari yang awalnya sekedar ingin tahu, jadi terlibat lebih lanjut. "Dari kegiatan ini, saya belajar penanaman, pembibitan, ataupun penyemaian, hal yang tidak saya ketahui dengan detail sebelumnya," ujarnya.

Senada dengan Yusi, teman sekelasnya, Yoga Nurdiansyah, sama-sama aktif di BUGS berbekal rasa ingin tahu. "Awalnya saya ikut, karena ingin tahu bagaimana cara bercocok tanam di lahan kota yang terbatas. Saya baru tahu kalau ternyata di pot kecil pun kita bisa menanam aneka sayuran yang bermanfaat," kata Yoga.

"Saat kegiatan berlangsung, saya pun belajar hal-hal baru selain menanam, seperti misalnya mengolah pupuk kompos. Tanaman pun ternyata memiliki periode yang berbeda untuk akhirnya bisa dipanen. Seperti misalnya, kangkung bisa dipanen setelah 25-30 hari, sedangkan pakcoy dipanen setelah 30-40 hari," ungkap Yoga.

Sayangnya, kegiatan menanam di SMP Pasundan 5 ini harus tersendat sementara waktu dikarenakan kondisi susah air yang seringkali terjadi di daerah Babakan Ciparay, tempat SMP Pasundan 5 berada. Tidak hanya itu, beberapa kali mengalami tanaman rusak dan gagal panen karena dimakan burung. Hal itu dijadikan pelajaran agar tidak terulang.

Seakan tak patah arang, perjuangan terus berjalan. Bahkan, mulai Januari mendatang, SMP Pasundan 5 berencana akan meresmikan peluncuran ekstrakulikuler terkait kepedulian terhadap lingkungan.

Yoga berpendapat bahwa program BUGS memiliki nilai positif untuk mendidik anak muda supaya lebih peduli lingkungan. Bercocok tanam bisa menghijaukan kota dan mengurangi polusi. Yusi pun mengiyakan hal tersebut. (AE-03/AE-08/ Donny)***