BJB Gelontorkan Kredit ke Korporasi

PR-Info - PT Bank BJB Tbk terus menggelontorkan kredit ke sektor korporasi, yang kali ini dilakukan terhadap PT Serasi Autoraya, yang merupakan anak usaha PT Astra Internasional, Tbk, sebesar Rp 300 miliar. Fasilitas pembiayaan investasi tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha perusahaan tersebut.

"Penyaluran pinjaman tersebut masuk dalam portofolio pinjaman investasi umum untuk perusahaan. Kami menargetkan penyaluran kredit tumbuh antara 22-25 persen pada tahun ini. Oleh karenanya, kami mencari mitra strategis untuk ekspansi kredit," kata Dirut Bank BJB Bien Subiantoro di sela-sela penandatanganan perjanjian kredit itu, di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (12/3/12).

Penandatanganan kredit tersebut juga dihadiri Dirut PT Serasi Autoraya Pongki Pamungkas, Direktur Komersial BJB Entis Kushendar, dan dua direktur dari Auto Raya, Nico Tahir dan Jefri Sirait Rudyanto. Fasilitas pembiayaan investasi tersebut diberikan melalui kantor cabang Rawamangun dengan jangka waktu empat tahun.

Bien mengatakan, Bank BJB juga berkomitmen memberikan pelayanan prima untuk menunjang ekspansi kredit. Selain penandatangan perjanjian kredit tersebut dilanjutkan dengan corporate strategic meeting.

Hal itu ditujukan mempererat kemitraan antara kedua manajemen perusahaan dalam menjajagi peluang kemitraan yang lebih terpadu melalui konsep reciprocal business partnership.

Seperti diketahui, PT Serasi Autoraya adalah perusahaan solusi jasa transportasi dan logistik terintegrasi (integrated transportation & logistics solutions) dengan salah satu brand TRAC-Astra Rent a Car dan merupakan salah satu anak usaha PT Astra International, Tbk. (dengan penguasaan saham 99,99 persen). Perseroan saat ini memiliki sembilan anak perusahaan dengan empat kategori business line yang meliputi operating lease/rental services (TRAC), used car sales (Mobil88 dan iBID), logistics (SELOG), dan public transportation (O-RENZ Taxi).

Sebelumnya, Bank BJB juga menjalin kerja sama dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dalam penjaminan kredit usaha mikro dan kecil yang akan menjamin pembiayaan usaha mikro dan kecil (UMK) dengan nama Kredit Cinta Rakyat (KCR). Kerja sama tersebut merupakan salah satu strategi ekspansi divisi mikro.

Program KCR memberikan plafon hingga Rp 50 juta dengan bunga sebesar 9,3 persen. Premi yang dikenakan perseroan adalah 1,35 persen dari total kredit UMK yang dijamin.

Menurut Direktur Ritail Banking Arie Yulianto, premi asuransi kredit ini tidak dibebankan kepada nasabah namun ditanggung oleh bank, yang berasal dari pos keuntungan. “Ini bagian dari back up risiko kerugian bank, jadi yang menanggung adalah bank bukan nasabah,” katanya. (A-78/A-26)***