Denyut "Street Style" di Cibaduyut

Bandung (PRINFO), FASHION tak melulu bicara soal model yang berjalan di atas catwalk, sambil melenggang dengan baju rancangan desainer ternama. Untuk tampil keren dan fashionable, orang-orang kini justru lebih suka tampil apa adanya, namun sesuai kepribadian. Sebagian kalangan bahkan berkesimpulan, sudah bukan zamannya lagi didikte oleh sekelompok komunitas fashion mengenai bagaimana cara mengikuti tren, dan apa yang seharusnya dipakai.

Makin suburnya fashion blogger yang wara-wiri di dunia maya, juga semakin menguatkan gaya berbusana yang sesuai dengan bentuk tubuh serta kepribadian dalam menampilkan dirinya. Maka, berterimakasihlah pada blogger-blogger seperti Diana Rikasari, Sonia Eryka, Evita Nuh, Jessica dan Elle Yamada, dan lain-lain. Analis tren dan konsultan fashion Sharon Graubard bahkan pernah menulis, konsumen kini tak hanya sekadar membeli produk, tapi juga semakin memikirkan apakah produk itu menggambarkan pribadinya secara akurat atau tidak. Baginya, trends are dead and personal style is the successor. Demokratis, bukan?

Oleh banyak orang, gaya berbusana ini sering diterjemahkan sebagai street style, atau gaya jalanan. Berani melawan pakem, otentik, dan selalu segar. Tak jarang pula ada pendapat, gaya berpakaian ini membuat orang tetap awet muda.

Di Bandung, pilihan berbusana ala street style tetap bercokol dan makin digemari hingga hari ini. Ratusan distribution outlet (distro) yang tumbuh dijawab dengan antusiasme konsumen. Melalui street style, orang bebas mengekspresikan gaya pribadinya, tanpa perlu khawatir disebut ketinggalan zaman.

Tak terkecuali dengan Cibaduyut. Di lokasi yang selama ini hanya dikenal sebagai sentra sepatu di Kota Bandung, distro anak muda yang menawarkan konsep street fashion semakin tumbuh subur. Salah satunya, Gshop yang berada di Jln. Cibaduyut Raya No.55 Bandung.

Store Manager Gshop Apri Romdhon menuturkan, gaya street fashion tak pernah memberikan rasa bosan. Sejak didirikan delapan tahun silam, gaya tersebut terus merajai keinginan konsumen yang sebagian besar anak muda. Gaya yang simpel, nyaman dikenakan, dan sesuai dengan jati diri dari atas hingga bawah, adalah pilihan yang banyak dijawab sebagai keinginan berbusana saat ini.

Untuk alas kaki, sandal atau sepatu berhak rata (flat shoes) semakin digandrungi. Selain nyaman dikenakan, model yang semakin beragam dan trendi juga membuat alas kaki yang satu ini selalu diborong penyukanya. Begitu juga dengan kaus atau celana yang berbahan adem. Tak hanya nyaman dipakai, desain yang digoreskan juga menyuarakan identitas seseorang.

Well, memang lebih enak mengenakan apa yang ingin kita pakai, dibandingkan dengan yang seharusnya kita pakai, bukan? (Endah Asih/"PR")***

Foto : Denyut "Street Style" di Cibaduyut