IKOPIN Gelar Rangkaian Kegiatan Dies Natalis ke-39

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI, Teten Masduki menghadiri rangkaian Dies Natalis Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) Ke-39 dalam acara sarasehan di Kampus IKOPIN, Jatinagor, Kabupaten Sumedang, Jumat (02/04/2021). Tema yang diambil dalam Dies Natalies IKOPIN kali ini yakni Membangun Ekosistem Perkoperasian Nasional dalam Upaya Pemulihan Ekonomi.

Teten mengatakan bahwa potensi IKOPIN untuk membangun koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional sargat besar, apalagi rektor kampus ini seorang ekonom. Menurut Teten. pembangunan koperasi yang digagas IKOPIN penting karena struktur ekonomi di Indonesia mayoritas merupakan UMKM atau usaha perorangan dan kecil. UMKM tersebut tidak akan pernah produktif dan tidak akan memiliki daya saing jika tidak dikonsolidasikan lewat koperasi.

"Kami ingin kerja sama dengan IKOPIN untuk melahirkan tenaga profesional mendukung pengaarusanutamaan koperasi dalam pembangunan ekonomi," kata Teten.

Rektor IKOPIN, DR. Ir. Burhanuddin Abdullah MA, mengatakan, "Pak menteri telah membuka, mengawali acara Dies Natalis ini dengan sarahsehan yang saya kira sangat berarti bagi IKOPIN dan bagi masyarakat, koperasi secara keseluruhan." ucapnya.

Burhanuddin menambahkan, IKOPIN tak hanya menjadi partner diskusi Menteri koperasi, tapi akan menjadi sebuah wadah pemikiran kebijakan Kementerian Koperasi dan UMKM.

"Jadi kami akan tetap diajak bicara, jangan sampai masyarakat akademis dibuat terkaget-kaget oleh kebijakan pemerintah. Saya kira, ini suatu langkah yang bagus dari pemerintah untuk akademisi agar upaya pemulihan ekonomi ini bisa sinkron dilakukan oleh berbagai elemen pelaku ekonomi,” kata Burhanuddin.

"Kebijakan-kebijakan bisa didiskusikan dengan IKOPIN, bahkan tadi pak Menteri minta supaya mendidik dan melatih para penyuluh koperasi, penyuluh UMKM dan mungkin akan dididik pusat inkubasi bisnis, salah satunya inkubasi bisnis yang ada di IKOPIN," ucapnya.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu diberikan penyuluhan karena pemerintah melalui undang-undang cipta kerja sudah memberikan keleluasan bagi UMKM bahwa 40 persen dari UMKM boleh masuk ke dalam penyedian barang-barang APBN.

Burhanuddin juga mengapresiasi langkah dan upaya Menkop Teten dalam membangun ekosistem perkoperasian di Indonesia. "Saya melihat, MenkopUKM sedang membangun perekonomian dengan koperasi menjadi salah satu komponen utamanya. Hanya saja, untuk mewujudkan ekosistem tersebut, tidak bisa dilakukan dalam waktu sekejap," ungkap Burhanuddin.

"Ada tahapan-tahapan yang harus diikuti. Ikopin siap menjadi teman diskusi bagi kementerian guna mewujudkan itu," pungkas Burhanuddin.***