Kemeriahan Ajang Abang None Cilik Jakarta Fair

Gelaran hari pertama Abang None Cilik telah sukses digelar pada Selasa, di area Kampung Betawi, Jakarta Fair Kemayoran. Adapun untuk hari pertama, sebanyak 19 peserta anak-anak dari kategori umur 4-7 tahun berlomba menunjukan aksinya di depan para dewan juri dan penonton. 19 peserta itu sendiri terdiri dari 14 perserta perempuan, dan 5 peserta laki-laki.

Kontes Abang None Cilik ini dimulai dengan melakukan parade, dimana seluruh peserta mengelilingi area panggung yang sederhana tetapi sarat dengan budaya betawi. Parade ini dimulai oleh kontestan perempuan terlebih dulu, yang disusul oleh para abang dibelakangnya untuk memberikan salam sambil diiringi oleh alunan musik Gambang Kromong. Seluruh kontestan ini pun tampil lengkap dengan balutan busana khas betawi.

Pada babak selanjutnya, giliran masing-masing kontestan untuk uji kemampuan dan pengetahuan di hadapan para juri dan penonton. Pada tahap ini, para peserta mendapatkan sejumlah pertanyaan dari para juri seputar kebudayaan betawi.

Aksi-aksi yang ditunjukan para kontestan pun tak jarang mengundang gelak tawa para juri dan penonton yang hadir. Tak jarang, para kontestan menjawab pertanyaan dengan lugunya sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki.

Seperti yang ditunjukan oleh salah satu kontestan termuda tahun ini, yaitu Sachi. Dengan lugunya, anak berumur 2 tahun ini memasuki dan mengelilingi panggung sambil memberikan salam kepada para penonton. Selain itu, jawaban yang kadang tidak nyambung membuat para penonton tertawa geli. Meski begitu, anak berumur 2 tahun ini menunjukan kebolehannya dengan membacakan surat Al-fatihah dengan lancar dan tuntas.

Kontestan lain pun tak kalah lucu. Ada juga kontestan yang mengenalkan dirinya menggunakan bahasa Inggris, seperti yang dilakukan oleh Vanya Michaella. Dirinya pun mampu memperkenalkan dirinya dengan lancar di hadapan para juri dan penonton.

Tak sedikit juga para kontestan yang berinisiatif untuk menunjukan kebolehannya. Ada yang menunjukan kebolehannya bernyanyi, ada juga yang menampilkan pantun dengan khas gaya betawi. Ada juga yang mencoba menarikan tarian Sirih Kuning seperti yang coba diperagakan oleh kontestan nomor 10, yang bernama Khansa.

Berbeda dengan yang ditampilkan oleh para none cilik, para abang justru masih malu-malu untuk menampilkan kebolehannya di hadapan para penonton. Meski begitu, penampilannya pun tak kalah seru dibandingkan penampilan para none. Beberapa peserta menunjukan kebolehannya dengan membacakan ayat-ayat Al-quran. Seperti yang dilakukan oleh Davito yang membacakan surat Al-Fil dengan lancar. Peserta lainnya, Gio yang berusia 7 tahun juga berhasil membacakan surat Al-fatihah hingga tuntas.

Adapun para peserta ini memperebutkan enam piala, masing-masing untuk Abang maupun None. Enam piala ini terbagi menjadi juara favorit, harapan 2, harapan 1, juara 3, juara 2 dan juara 1.
Peserta yang akhirnya mampu keluar sebagai juara untuk Abang yaitu jatuh kepada Muhammad Alfarizal dari Prumpung Tengah, Jakarta Timur. Sedangkan untuk None, yang berhasil menjadi juara adalah Almira Nadhifah yang berhasil menjawab pertanyaan para juri dengan sangat baik.

Acara Abang None Cilik ini pun dihadiri oleh Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi, yaitu Tatang Hidayat. Dirinya pun mengapresiasi kerja sama yang dilakukan antara LKB dengan PT. Jakarta International Expo dalam urusan pelesarian budaya betawi. Menurutnya, penyelenggaran Abang None selama ini lebih menyasar kepada remaja dan dewasa saja. Padahal anak-anak sejak di usia dini dan remaja harus sudah diperkenalkan oleh kearifan lokal kampungnya sendiri.

“Mereka ini adalah anak-anak yang kita harapkan kedepannya jadi generasi penerus, maka harus diperkenalkan dengan kearifan lokal. Mereka harus tahu karena kearifan lokal adalah identitas,” ujarnya.
Sementara itu dirinya berharap, ingin mendapatkan dukungan lebih dari masyarakat. Dukungan tersebut bisa ditunjukan dengan semakin banyaknya partispasi dari masyarakat untuk mengikutsertakan putra-putrinya dalam kegiatan seperti ini.

“Kami mengajak kepada seluruh warga masyarakat Jakarta, untuk ikut terlibat dalam pelestarian budaya betawi ini, dengan mendaftarkan putra-putrinya dalam kegiatan lomba Abang None Cilik,” tuturnya.

Media Center
Jakarta Fair Kemayoran