Konsep & Aplikasi Relaksasi dalam Keperawatan Maternitas

(PRINFO), Nyeri dan kecemasan sering muncul akibat adanya suatu tindakan pembedahan yang mengakibatkan kontinuitas jaringan terputus. Rasa nyeri yang dialami pasien sering menimbulkan kecemasan akibat gangguan rasa tidak nyaman tersebut. Dengan adanya kecemasan pada pasien akan merangsang peningkatan saraf simpatis yang akhirnya akan meningkatkan rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien. Fenomena itu terjadi seperti lingkran setan. Selama ini banyak cara yang dikembangkan untuk menanggulangin masalah kecemasan dan nyeri baik dengan pendekatan farmakologi maupun nonfarmakologi. Salah satunya adalah tehnik relaksasi. Relaksasi bertujuan untuk mengatasi atau mengurasi kecemasan, menurunkan ketegangan otot dan tulang, serta secara tidak langsung dapat mengurangi nyeri dan menurunkan ketegangan yang berhubungan dengan fisiologis tubuh.

Buku ini berisi paparan mengenai keperawatan maternititas dalam menurunkan nyeri dan tingkat kecemasan pasien dengan menggunakan terapi relaksasi. Dijelaskan dalam buku ini relaksasi bertujuan untuk mengatasi atau mengurangi kecemasan, menurunkan ketegangan otot dan tulang, serta secara tidak langsung dapat mengurangi nyeri dan menurunkan ketegangan yang berhubungan dengan fisiologis tubuh. Pelatihan relaksasi bertujuan untuk melatih pasien agar dapat mengondisikan dirinya untuk mencapai suatu keadaan rileks. Lebih lengkap lagi dalam buku ini dijelaskan pula mengenai anatomi fisiologi system reproduksi payudara dan uterus, seluk beluk kanker payudara, mastektomi, persalinan dengan seksio sesarea, pendekatan keprawatan ibu pada masa post partum, tentang nyeri, cemas, complementary therapy, konsep, aplikasi dan panduan dan berbagai macam relaksasi.

Disajikan dengan jelas lengkap dan sistematis buku ini penting dibaca para mahasiswa keperawatan juga para praktisi kesehatan agar lebih memahami dan menguasai tentang konsep dan aplikasi keperawatan dalam menurunkan nyeri tingkat kecemasan pasien dengan menggunakan terapi relaksasi. (Nia K. Suryanegara. Pusat Data dan Riset)