Marketeers iClub: Hati-Hati Dalam Memberi Diskon di Era Krisis

Jakarta, (PR INFO) – Marketeers dan MarkPlus Institute menghadirkan Marketeers iClub pertama yang membahas mengenai strategi dan taktik menentukan harga dalam berbisnis di era Covid-19, pada Jumat (8/5/2020). Edisi ini sekaligus menjadi pembuka bagi serial iClub yang nantinya akan diadakan setiap Jumat pada awal bulan dan sukses dihadiri 400 pengunjung melalui aplikasi Zoom.

Chief Operations MarkPlus Institute, Yosanova Savitry menilai, di saat krisis ini banyak perusahaan berusaha mendapatkan customer baru dengan memberikan diskon besar-besaran, padahal hal tersebut dinilai belum tentu tepat karena setiap segmen market seharusnya diberikan pendekatan yang berbeda pula.

Pricing memang cara paling gampang untuk menarik orang baru, namun nantinya cenderung tidak ada loyalitas, jadi ketika ada kompetitor menawarkan harga lebih murah mereka dengan mudah meninggalkan kita, berbeda dengan loyal customer,” ujar Yosanova dalam “Marketeers iClub The Surviving Tactic with Low Budget High Intimacy”.

Segmen market yang muncul di masa krisis bisa dilihat dalam tiga kelompok yaitu mereka yang fokus hanya pada harga, yang mengutamakan value, dan yang ingin menjadi berbeda dengan tidak ragu mengeluarkan biaya lebih. Oleh karena itu, perlu adanya konsistensi dalam melakukan intimacy terhadap masing-masing segmen.

Pemberian diskon di tengah pandemi ini bisa digunakan sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap customer-nya, meskipun begitu perlu ditentukan secara matang oleh pebisnis sesuai dengan segmennya. Market yang fokus pada harga menjadi sasaran yang tepat untuk strategi pemberian diskon. Sedangkan segmen yang melihat value dan ingin menjadi berbeda membutuhkan treatment lain. “Pemberian discount di masa pandemi ini justru mengedepankan rasa empati ke para konsumen. Banyak brand besar saat ini juga melakukan hal yang sama,” ujar CEO Yellow Pages MD Media, Achmad Syarif yang juga menjadi pembicara.

Yosanova menambahkan bahwa lebih baik memberikan diskon daripada menurunkan harga jual karena ketika harga sudah terlanjur turun akan sulit bagi pebisnis untuk menaikkan harganya kembali.

“Saat ini diskon lebih baik dilakukan daripada menurunkan harga karena diskon tidak hanya menunjukkan empati namun juga bersifat temporary, sehingga ketika kondisi sudah normal kita bisa kembali ke harga awal. Selain diskon, kita juga bisa memberikan service lebih dengan harga yang sama,” tutup Yosanova. (adv)