Nikmati Kuliner Kota Bandung di Restoran Bersertifikasi CHSE

Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata yang kaya dengan aneka kuliner sempat lesu akibat pandemi Covid-19. Pelanggan bahkan sempat tak bisa makan di restoran. Tak hanya itu, restoran juga harus mengurangi jam operasional. Semua itu dilakukan demi menghindari terjadinya penularan virus corona.

Sejumlah upaya dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, demi menggerakan kembali roda ekonomi dari sektor kuliner dengan memperhatikan kondisi pandemi Covid-19. Disbudpar Kota Bandung pun bergerak cepat, menjalankan program pemerintah pusat dalam pelaksanaan protokol Kesehatan berbasis cleanliness, health, safety, Environment (CHSE) agar kegiatan usaha tetap berjalan sesuai protokol kesehatan.

Tak hanya itu, pemerintah juga aktif mengkampayekan InDOnesia CARE, sebuah simbol panduan protokol kesehatan pariwisata yang mengedepankan usaha terbaik dalam mewujudkan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan bersama di destinasi pariwisata Indonesia.

Melalui kampanye InDOnesia CARE atau IDO CARE ini, pemerintah ingin pengusaha kulier dan pengunjung memiliki komitmen yang sama kuat serta peduli terhadap keselamatan bersama melalui penerapan panduan protokol kesehatan pariwisata.

Di Kota Bandung, Restoran atau Rumah makan wajib mengikuti standar CHSE. Restoran atau rumah makan yang sudah mengikuti standar CHSE dan tersertifikasi memiliki logo InDOnesia CARE sebagai simbol kesiapan pelaku usaha pariwisata menerapkan standar CHSE.

Saat ini, di Kota Bandung baru ada sekitar 48 restoran dan rumah makan yang sudah mengantongi serfitikat CHSE. Disbudpar Kota Bandung pun terus mendorong pelaku usaha lainnya agar segera mendaftarkan usaha mereka melalui situs web https://chse.kemenparekraf.go.id/.

Proses sertifikasi CHSE ini gratis dan sepenuhnya dibiayai pemerintah. Tujuannya, untuk memberikan jaminan rasa aman kepada pengunjung dan pelaku usaha.

Panduan standar pelaksanaan CHSE ini dibuat sangat rinci mengatur restoran atau rumah makan sejak masuk area parkir. Semua itu dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus Covid-19. Sehingga pengunjung tak perlu khawatir ketika berada di rumah makan atau restoran yang sudah memliki logo InDOnesia CARE.

Dalam panduan standar CHSE, restoran atau rumah makan harus membuat aturan mulai dari pengelolaan arus lalu lintas dan kerumunan di area parkir, menyediakan peralatan pemeriksaan suhu tubuh dan kondisi kesehatantan. Bahkan, bila perlu disediakan area khusus atau ruang tunggu bagi pengemudi dilengkapi fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer dan tisu, dengan memperhatikan jarak aman minimal 1 (satu) meter.

Kemudian saat pengunjung akan masuk restoran atau rumah makan wajib mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Barang milik Pengunjung dibersihkan dengan cara yang aman, menggunakan disinfektan atau cairan pembersih lain yang aman. Dalam antrean di pintu masuk, Pengunjung menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 (satu) meter.

Jalur keluar dan masuk pengunjung restoran atau rumah makan diarahkan agar tidak berpapasan dengan tetap menjaga jarak aman atau melakukan rekayasa teknis seperti pemasangan partisi pemisah jalur keluar-masuk.

Pengunjung duduk pada kursi yang telah diatur oleh pihak restoran atau rumah makan, dan tidak boleh berbagi makanan dan minuman dengan orang lain. Pengunjung yang menggunakan toilet harus menjaga tetap higienis, bersih, kering, dan tidak bau setelah digunakan. Tak hanya itu, sampah bekas makanan dan tisu dibuang di tempat sampah serta menjaga tempat sampah tetap tertutup.

Pengunjung disarankan membayar secara nontunai dan mengikuti pengaturan antrean pembayaran sesuai tanda khusus di lantai atau mengatur jarak minimal1 (satu) meter. Setelah selesai melakukan pembayaran, wajib cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer.***