Pekerja Migran yang Dipulangkan Harus Jeli Manfaatkan Peluang di Tengah Pandemi

Bandung, (PR INFO) - Pandemi Covid-19 yang memukul sektor ekonomi global juga berdampak terhadap pekerja migran Indonesia (PMI). Pada periode Mei-Juni 2020 ada 34.300 PMI yang dipulangkan ke tanah air karena habis masa kontrak di negara penempatan.

Dewan Pembina Asosiasi Pekerja Purna Migran Indonesia (APPMI) Jawa Barat (Jabar), Boris Syaifullah, mengatakan, PMI yang dipulangkan ke tanah air jangan sampai patah arang. Menurut dia, dengan berbekal pengalaman dan keterampilan selama bekerja di luar negeri, PMI harus mampu bangkit, bahkan menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia.

"PMI yang dipulangkan ke tanah air harus lebih kreatif dan inovatif dalam menjalani kehidupan, bahkan harus jeli menangkap setiap peluang yang hadir dari pandemi Covid-19," ujarnya, di Bandung, Kamis (25/6/2020).

Dalam implementasinya, PMI juga harus bisa membawa etos kerja yang baik dari luar negeri untuk diterapkan di Indonesia. Bahkan, menurut dia, etos kerja tersebut harus bisa ditransfer kepada sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

"Saya pernah bekerja di Korea Selatan dan saya sangat paham bahwa pekerja migran itu bukan hanya mengandalkan tekad, tetapi juga harus disertai dengan skill dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di mana mereka bekerja," ujarnya.

Keterampilan itulah, menurut dia, yang harus dibawa dan ditransfer para PMI kepada SDM Indonesia saat mereka mengembangkan wirausaha atau bahkan bekerja di perusahaan lain di Indonesia. Dengan demikian, akan terjadi proses transfer knowledge dan skill yang akan berdampak positif terhadap kehidupan PMI itu sendiri maupun sektor usaha Indonesia secara umum.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang terjadi di dunia saat ini menjadi tragedi yang sangat sulit dilalui oleh semua orang dan semua sektor terkena dampaknya. Tidak hanya pelaku industri, dampak negatif pandemi Covid-19 juga menimpa PMI yang bekerja di berbagai negara.

Berdasarkan data dari Badan Pelindung Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebanyak 34.300 pekerja migran kembali pulang ke tanah air pada periode Mei-Juni 2020. Kepulangan pekerja migran ini dikarenakan habis masa kontrak di negara penempatan masing-masing.

Saat ini jumlah pekerja migran asal Indonesia yang berada luar negeri mencapai jutaan orang dan tersebar di beberapa negara di dunia. Kendati bekerja sampai ke luar negeri, menurut Boris, faktanya banyak pekerja migran yang kehidupan keluarganya kurang sejahtera.

"Apalagi saat pandemi, di mana bahkan banyak di antara mereka diputus kontraknya akibat perusahaan tempat mereka bekerja melakukan efisiensi dalam menghadapi pandemi," tuturnya. 

Hari Jadi APPMI

Pada 25 Juni ini APPMI Jabar merayakan hari jadi yang kedua. Ketua Umum APPMI Jabar, Biben Fikriana mengatakan, pada usianya yang kedua, APPMI Jabar masih fokus untuk melakukan pendataan, pendampingan berbagai kasus, serta perjuangan untuk mengawal dan mewujudkan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan PMI dan terbentuknya Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani berbagai hal terkait PMI dan PMI purna.

Sementara itu, Boris mengatakan, ke depan organisasi APPMI harus bisa semakin bermanfaat bagi PMI dan PMI purna. (adv)