Relevasi Relokasi Indutri Das Citarum

4525.jpeg

foto:DOK.PR/pikiran-rakyat.com
Bandung (PRINFO) - Kementrian Maritim beberapa waktu yang lalu sempat menyatakan rencana relokasi industri di wilayah DAS Citarum. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun sempat mengemukakan rencana untuk menentukan relokasi industri pabrik yang ada di kawasan DAS Citarum untuk dipindahkan ke Majalengka dekat dengan kawasan Bandara Kertajati. Informasi ini tentu menjadi mengemuka bilamana kondisi Citarum belum juga dapat berubah, khususnya wilayah Citarum Tengah. 
 
Sementara wilayah Citarum Hulu atau Danau Situ Cisanti telah banyak berubah, airnya sudah jernih, ikan-ikan sudah dapat hidup, perkebunan disekitar danau sudah tak ada lagi digantikan pohon keras yang ditanam agar menjaga konservasi ekologis wilayah sekitar situ Cisanti. Wisatawan dapat menikmati kembali, suatu keberhasilan program pemerintah pusat yang dilaksanakan oleh TNI/dipimpin Pangdam III Siliwangi yang kini sudah berganti dari awalnya dahulu Mayjend Doni Monardo ke Mayjend Besar H, dan akan berganti Mayjend Tri Soewandono. Program Citarum Harum ini akan terus berjalan selama 7 tahun kedepan.
 
Mengamati keberhasilan kinerja terhadap Citarum Hulu, Citarum Tengah harus membangun spirit untuk berubah. Masalah yang masih ada adalah industri atau pabrik yang membuang limbah tanpa melalui IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), sehingga air sungai Citarum tercemar oleh berbagai racun berbahaya bagi kehidupan. Hal tersebut dapat menyebabkan stunting pada bayi-bayi Jawa Barat yang mana ibu bayi makan minum yang terkontaminasi kandungan racun kimiawi air sungai Citarum yang tercemar melalui makanan dan minuman, sehingga hasil penelitian tim kesehatan menemukan ada kandungan merkuri pada cairan ASI (air susu ibu) yang berbahaya bagi bayi, karenanya tak sedikit bayi autistik serta penyakit dan kelainan akibat hal ini. 
 
Sebab itu upaya menangani agar pabrik melaksanakan sistem treatment air limbah dengan IPAL pun sulit untuk berhasil karena berbagai kendala untuk mewujudkannya, selain dana biaya yang tak sedikit juga lahan yang ada pada mereka yang sudah tak memadai. Karenanya perlu dipikirkan oleh seluruh pemangku kepentingan akan perubahan industri yang signifikan. Yaitu dengan total memindahkan industri atau pabrik-pabrik yang ada di DAS Citarum ketempat yang disediakan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat.
 
Guna membuat rencana seperti itu membutuhkan kajian ulang RTRW (Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah), dimana perubahan penataan ulang memerlukan prosedur khusus karena menyangkut perubahan rencana dalam periode pemerintahan Jawa Barat.  Terkait masalah Limbah Industri dari pabrik yang membuang limbah tanpa IPAL, dimana tak kurang dari 107 sampel limbah pabrik yang sedang di uji oleh tim KLHK untuk menguraikan apakah limbah termasuk melebihi batas yang diperkenankan. Pemerintah akan memberi sanksi sesuai undang undang peraturan hukum yang berlaku. Atau bahkan seluruh pabrik yang ada kini diwajibkan relokasi ketempat yang akan ditentukan sebagai jalan keluar terbaik bagi berhasilnya Citarum Harum yang masih 6 tahun kedepan. 
 
Kiranya diperlukan pula tinjauan ulang perencanaan untuk melengkapi sepenuhnya rencana kerja program Citarum Harum dengan suatu Blue Print atau Master Plan yang dibuat oleh pemerintah pusat, Bappenas, dan mengikut sertakan para pakar akademisi dari berbagai institusi pendidikan tinggi. Sehingga Rencana terpadu dapat diwujudkan berupa gambaran desain zona kawasan menyeluruh sebagai Total Design. 
 
Relokasi pabrik tak dapat dirancang hanya sekedar memindahkan pabrik ke lokasi yang memenuhi syarat, melainkan perlu tinjauan menyeluruh dalam hubungan antar organisasi. Terutama perancangan air limbah pabrik yang mutlak tak lagi dialirkan kesungai-sungai kita, karena masa depan bukan nanti, tapi kini kita sudah berhadapan dengan perubahan besar dunia industri suatu Revolusi Industri 4.0 yang menggelisahkan ketenaga kerjaan kita sebab robotik sudah semakin dimanfaatkan dalam dunia industri. Kita perlu percepatan bukan hanya dalam Industri, tapi jelas percepatan Citarum Harum. (Marcomm)