Saatnya Keluarga Muda Melek Literasi Keuangan

Tangerang (PR INFO) - Melakukan perencanaan keuangan menjadi hal penting yang seharusnya diterapkan oleh seluruh masyarakat, terlebih melakukan perencanaan keuangan keluarga. Di Indonesia, masih banyak keluarga muda yang belum menyadari pentingnya melakukan perencanaan keuangan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada bulan Oktober 2017 tercatat hanya 12,6% masyarakat Indonesia yang telah melakukan perencanaan keuangan. Padahal perencanaan keuangan bisa menjadi fondasi kuat untuk mencapai ketenangan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan.

Merespons fenomena tersebut, Astra Life merasa penting untuk memberikan informasi mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan tergerak untuk mengajak masyarakat Indonesia peduli dengan mimpi mereka serta memiliki keinginan kuat untuk mewujudkannya tanpa adanya rasa khawatir yang disebabkan oleh masalah finansial.

Bersamaan dengan kampanye #iGotYourBack di IKEA Alam Sutra, Astra Life bekerja sama dengan IKEA menyelenggarakan talk show “How to Escape Financial Mess”, Rabu (11/3). Acara yang dihadiri oleh Head of Marketing, Branding and Digital Channel Windy Riswantyo; Beauty, Travel ,Lifestyle Influencer Andra Alonita; dan Founder & CEO Jouska Aakar Abyasa ini membahas mengenai pentingnya melakukan perencanaan keuangan keluarga untuk kehidupan yang lebih baik.

“Berdasarkan hal tersebut, kami ingin mengajak seluruh masyarakat khususnya keluarga muda untuk dapat menghadirkan kebahagiaan dimulai dari dalam rumah, mulai dari melakukan perencanaan keuangan, memahami literasi keuangan yang mendalam dan memiliki partner yang tepat untuk memiliki safety net melalui asuransi jiwa yang dapat memberikan proteksi yang aman dan terpercaya. Oleh karena itu kami kampanyekan #iGotYourBack yang selalu ada untuk mendampingi dan melindungi seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu, untuk melindungi keluarga dari risiko keuangan yang mungkin terjadi, Astra Life memiliki produk asuransi Flexi CI Protection dan produk asuransi Flexi Life Protection yang dapat menjadi teman bagi masyarakat Indonesia dalam menggapai ketenangan pikiran dan mewujudkan mimpi menjadi kenyataan,” ujar Windy Riswantyo.

Sementara itu, Founder & CEO Jouska Aakar Abyasa menekankan pentingnya mengetahui kondisi keuangan diri sendiri atau keluarga sebelum menentukan tindakan yang akan diambil dalam mengatur keuangannya. “Ada enam kategori kondisi keuangan yang bisa dijadikan patokan. Keenam kondisi keuangan ini adalah penghasilan kurang dari pengeluaran; penghasilan sama dengan pengeluaran; penghasilan lebih besar dari pengeluaran; pengeluaran dasar dapat dipenuhi dari passive income; pengeluaran tersier sudah dapat dipenuhi dari passive income; dan passive income yang terus bertambah nilainya,” ujarnya.

“Orang atau keluarga dengan kondisi keuangan kategori tiga ke atas sudah bisa mengatur keuangan secara sistematis. Sedangkan kategori dua ke bawah harus mulai menambah sumber penghasilan sebelum mengatur kondisi keuangannya,” ucap Aakar menambahkan. (adv)