Terapkan Peduli Lingkungan dalam Keseharian

MENANAM dan memelihara tanaman sayuran seperti sosin dan kangkung, menjadi hal yang baru bagi Nila Sukma Ratih dan Fadli Fakhrullah. Kedua siswa SMK Negeri 13 Bandung yang sebelumnya sudah memiliki kepedulian terhadap lingkungan ini, mengaku antusias jika pelatihan menanam yang diselenggarakan Teh Kotak-Pikiran Rakyat pada Bandung Urban Farming Goes to School (BUGS) kembali digelar.

“Bagi SMK Negeri 13 Bandung yang hanya memiliki jurusan Analis Kimia dan Teknik Jaringan Komputer, kegiatan menanam mungkin bukan hal yang baru, namun menanam tanaman sayuran dan kegiatan yang lebih ke farming-nya adalah hal yang sangat baru. Oleh karena itu yang saya inginkan, pelatihan dilakukan di sekolah sehingga banyak siswa yang bisa mengikuti kegiatan yang berpengaruh banyak pada lingkungan ini,” ungkap Fadli.

Nila mengatakan meskipun kali ini gagal untuk meraih kemenangan dalam BUGS namun ia merasa tidak putus asa, bagi Nila kegiatan ini memiliki efek yang baik bagi lingkungan sehingga baginya menanam merupakan kegiatan yang menyenangkan. “Senang bisa belajar menanam. Apalagi ketika diajari bagaimana cara melakukan penyemaian bibit di daun pisang. Itu adalah hal yang baru,” tambah Nila.

Kegagalan saat mengikuti BUGS bagi Fadli dan Nila dijadikan pengalaman. “Karena tidak terlalu paham, saat pemeliharaan memang kurang pengawasan,” ungkap Fadli. “Saya juga tidak tahu pemeliharaan harus dibagaimanakan sehingga sebagian tanaman memang tidak tumbuh,” tambah Nila.

Di sekolah yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta KM 10 ini, kepedulian terhadap lingkungan bukan hal yang baru terbukti dengan penghargaan Adiwiyata Mandiri yang diterima SMK Negeri 13 Bandung belum lama ini. Tak heran jika ekskul Sistaling (Siswa Pecinta Lingkungan) pun memiliki banyak peminat. Menurut Penanggung Jawab Lingkungan Hidup SMK Negeri 13 Bandung, Dra Sri Esti Widyaningsih MMPd, menyatakan kegiatan BUGS cukup bermanfaat memberikan pengetahuan bahwa menanam bisa di lahan yang sempit, apalagi mengingat luasan lahan yang dimiliki SMKN 13 Bandung juga tidaklah terlalu luas. “Selain itu juga memberikan wawasan soal farm yang selama ini menjadi hal awam bagi kami yang berfokus sebagai analis kimia,” kata Sri Esti.

Menurut Sri Esti, BUGS memang memberikan banyak manfaat, namun adapula yang harus diperbaiki jika kegiatan serupa kembali dilakukan. “Kami berharap kedepannya, komunikasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program ini bisa lebih intens dilakukan. Selain itu yang kami harapkan tanaman yang ditanam pun tidak hanya sayuran. Kami sebagai sekolah dengan spesifikasi analis kimia tentunya menghasilkan banyak limbah kimia. Ada baiknya jika tanaman yang ditanam mungkin yang bisa mengurangi dampak dari buangan limbah kimia,” tambah Sri Esti. (AE-03/AE-08/ Donny)***