Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Anak dengan Spektrum Autisme Melalui Seminar TEACCH

Jakarta (PR INFO) – Sebagaimana diketahui, di masyarakat ada sekelompok anak yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya, yaitu anak-anak dengan gangguan spektrum autistik (ASD = autistic spectrum disorder) atau anak penyandang autisme. Autisme bukanlah penyakit menular, melainkan gangguan dalam perkembangan yang sangat kompleks pada anak karena memengaruhi sejumlah aspek dalam kehidupan, antara lain komunikasi, interaksi sosial, pengolahan informasi dari lingkungan, kesulitan belajar.

Umumnya spektrum autisme menetap hingga usia remaja dan dewasa serta bersifat sangat individual, yang artinya setiap anak dengan spektrum autisme memiliki ciri yang berbeda-beda dan berkembang dalam kecepatan yang juga berbeda. Keunikan setiap anak ini membutuhkan penanganan khusus yang harus disesuaikan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Agar berhasil dengan efektif, penanganan harus dilakukan secara intensif, konsisten, dan dimulai sedini mungkin.

Salah satu metode penanganan anak-anak dengan spektrum autisme adalah TEACCH (treatment and education of autistic and related communication handicapped children) yang telah dikembangkan sejak tahun 1972. Metode ini dipandang sangat efektif karena memanfaatkan kekuatan dalam area visual yang dimiliki oleh anak dengan spektrum autisme. TEACCH mengintegrasikan aspek adaptasi dalam keluarga, pendidikan khusus di sekolah dan dukungan dari komunitas dengan melibatkan peran aktif orang tua. TEACCH terutama ditujukan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi (baik verbal maupun nonverbal), dalam memahami lingkungan sekitar, mempelajari keterampilan baru, dan mengembangkan rutinitas dengan cara yang menyenangkan bagi anak.

Untuk memperkenalkan metode TEACCH kepada sekolah-sekolah khusus, pusat terapi dan orang tua anak dengan spektrum autisme, Yayasan Autisma Indonesia bekerja sama dengan Asia-Pacific Development Center on Disability (APCD) dan didukung oleh Hotel Mercure Jakarta Cikini, meng­adakan seminar setengah hari bertajuk “Belajar TEACCH Mengasyikkan”, Sabtu (29/6/2019) lalu di Ruang Cikini 3 dan 4, Hotel Mercure Cikini, Jakarta Pusat. Sebagai pembicara pada seminar ini adalah Dr. Adriana S. Ginanjar, M.S. staf pengajar Fakultas Psikologi UI, Psikolog, Ketua ASEAN Autism Network DR Adriana Ginanjar, dan Lusiana Mustika, orang tua individu dengan spektrum autisme sekaligus pengurus Yayasan Autisma Indonesia. Seminar ini dihadiri juga oleh sejumlah guru dan terapis dari sekolah khusus dan pusat terapi, serta mahasiswa jurusan pendidikan luar biasa.

Ke depannya seminar ini akan dilanjutkan dengan penyelenggaraan Pameran Seni Rupa “Warna-Warni Duniaku” yang terbuka untuk umum, tanggal 5 sampai dengan 13 Juli 2019, pukul 10.00 – 18.00 WIB, di Bentara Budaya Jakarta, Jl Palmerah Selatan 17, Jakarta Pusat.

“Acara ini sangat bagus dan bersifat edukasi mengenai pemahaman-pemahaman untuk anak berkebutuhan khusus, kami sebagai bagian dari jaringan Accor Hotels mendukung acara ini dikarenakan di hotel kami juga banyak kegiatan-kegiatan CSR serupa yang bermanfaat tidak hanya bagi individu, manusia tetapi untuk alam juga,” ujar General Manager Hotel Mercure Jakarta Cikini Lisa P. Sanjoyo.

Dr. Adriana S. Ginanjar mengatakan bahwa tujuan seminar ini adalah memberikan informasi pendekatan TEACCH secara umum, prinsip-prinsip dasar dan contoh penerapan TEACCH dalam setting pendidikan. Setelah seminar ini juga akan diadakan pelatihan TEACCH yang akan mengajarkan keterampilan-keterampilan khusus dalam meningkatkan kemampuan dan kemandirian individu dengan spektrum autisme. (adv)