Topping Premium ala Martabak Tropica

BANDUNG, Belum Setahun, martabak Tropica mampu menjual 100 loyang setiap harinya.  Padahal di awal buka usaha ini, sepintas memang seperti  tidak ada yang beda dengan martabak lainnya, Martabak Tropica dijual dengan menggunakan Gerobak. Setelah pada bulan kedua, konsepnya langsung dirubah, menjadi "Kedai Martabak Tropica".

Martabak Tropica menghadirkan lebih dari 90 varian.  Kekuatannya berasal dari bahan Bahan baku yang berkualitas tinggi dan cara pengolahannya yang higienis. Ditambah suasana kedai yang nyaman dan penuh fasilitas yang mampu memanjakan konsumen berjam-jam seperti free wifi dan free charge.  Honda Revo pun bisa diraih pelanggan setia di bulan September 2015.

Konsep ini dirubah karena sejak pertama kali hadir, konsumen langsung membeludak, membuat sekeliling gerobak menjadi sumpek dan hampir tumpah ke jalan raya. Melihat kondisi tersebut membuat konsumen kurang nyaman, karena itu pengelolanya berupaya menjadikan tempat jualan lebih luas dan memberikan kenyamanan dengan berbagai fasilitas bagi para pengunjungnya.

"Kita ciptakan konsep yang berbeda, semula kebiasaan konsumen ketika menunggu pesenan martabaknya selesai, mereka harus berdiri dan mengantri lama. Sekarang dikedai kami konsumen bisa sambil enjoy, duduk-duduk santai, bisa sambil ngopi, atau minum  dulu. Akhirnya, saya bikin konsep seperti ini. Orang bisa sambil ngopi dan sambil internetan gratis, jadi layaknya sebuah kafe. Pengunjung pun bisa menikmati martabak di kedai ini ataupun dibawa pulang ." kata Trisno Obet saat ditemui di kedainya.

Kedai martabak tropica berlokasi di Perumahan Taman Kopo Indah II, Blok B1 No. 6 atau tepatnya depan Pasar Segar, Bandung, Jawa Barat.  Daerah ini memang di kenal sebagai pusat kuliner di daerah Kopo. Selain di depan Pasar Segar, kedai ini juga dikelilingi oleh perumahan menengah ke atas.

Bahan Baku premium dan Higienis

Sejak awal didirikan martabak Tropica, Trisno memang ingin menghadirkan martabak yang memiliki cita rasa tinggi lewat seluruh bahan bakunya berasal dari kelas premium. Mulai dari tepung, mentega hingga seluruh toppingnya. Selain itu, dalam membuat adonan martabaknya pun membuat gebrakan dengan menggunakan mixer khusus yang sengaja dibuat supaya bisa menghasilkan adonan yang begitu sempurna. “ Selama ini adonan martabak identik dibuat dengan cara diolah dengan menggunakan tangan secara langsung, karena itu kami menghadirkan sesuatu yang baru  yang diharapkan bisa menjamin higienitasnya. Bahkan dengan diolah mesin, ternyata mampu menghadirkan cita rasa yang lebih dahsyat empuknya,” katanya.

Kaya varian

Martabak Tropica menghadirkan bermacam-macam varian martabak .  Yang paling baru ada beberapa varian diantaranya  martabak manis greentea, dan martabak manis talas,  konsistensi dalam menghadirkan bahan baku yang berkualitas tinggi pun terasa di varian ini, greentea panda dan talas  yang digunakan juga memang alami. Harapannya pada 2015, varian ini menjadi menu favorit di martabak tropica. dan sebelumnya, lebih dari 10 topping hadir untuk dipilih para pecinta martabak.  Ada martabak manis ataupun martabak bolu. Harganya mulai Rp 45.000 sampai Rp 120.000an.

Ada tiga varian untuk martabak manis dan martabak bolu ini, yaitu, biasa, pandan asli dan coklat. Kalau yang rasa pandan asli nambah Rp 5.000 dari harga biasa, kalau yang coklat atau spesial nambah Rp 15.000 dari harga biasa. Sementara harga martabak asin atau telor mulai Rp 35.000 sampai Rp 51.000Selain martabak, di kedai Martabak Tropica ini disediakan bolu kering. "Harga bolu kering mulai Rp 40.000 sampai Rp 45.000," kata Trisno.

Setelah dicoba martabak bolunya, ternyata martabak bolu ini sedikit berbeda bila dibandingkan dengan martabak manis biasa. Kalau martabak manis bertekstur lebih kenyal dan empuk, sedangkan martabak bolu teksturnya seperti bolu atau cake. Ada pula yang mengatakan teksturnya mirip dengan pukis.

Biasanya martabak manis memiliki tekstur semakin lembut ke bagian tengah dan memiliki tekstur kering di bagian tepinya, isi dari martabak manis yang paling populer adalah rasa cokelat dan rasa keju. Sedangkan bolu seluruh bagiannya memiliki tekstur lembut dengan memiliki rasa yang sama. Tentu saja hasilnya pasti lebih enak dan nikmat apabila dua kuliner ini digabungkan.

Martabak dengan beragam topping ini menjadi andalan. Selain karena harganya yang terjangkau, dan rasa yang tak perlu diragukan lagi karena dijamin mampu menggoyang lidah, porsi besar juga menjadi buruan para pecinta martabak manis. Topping yang menjadi favorit, adalah Tobleron, Nutella, serta Skippy, Nutella, Nutella Keju, Nutella Mede, Tobleron, Tobleron Keju, Tobleron Mede, Skippy (Selai Kacang), Skippy Kismis, Skippy Cokelat, dan Skippy Cokelat Keju. Tak hanya topping yang bisa menjadi pilihan. Martabaknya pun tersuguh dalam tiga pilihan. Tak hanya beragam topping unik yang laris terjual, ada pula Black Sweet Keju dan Black Sweet Kismis. 

Selain varian menarik dari martabak manis, kedai Martabak Tropica juga punya suguhan menggiurkan dari bagian martabak asin. Kedai ini membaginya menjadi tiga kelas, yakni biasa, special dan super. Kelas tersebut menentukan isian dari martabak yang dipilih. Tentunya super menjadi andalan karena topping-nya yang melimpah. Ada lima varian yang disuguhkan dari martabak asin. Yakni jamur, daging ayam, daging sapi, daging ayam plus jamur, dan daging sapi plus jamur. Jika mengaku pecinta martabak asin, isian daging sapi plus jamur wajib hadir dalam daftar pertama martabak yang dipesan di sini. Karena paduan lembutnya jamur serta gurihnya daging menyatu dalam adonan telur yang menggoyang lidah.

Selain itu, ada kopi, susu, minuman dingin dan camilan lainnya yang bisa dijadikan teman saat menunggu martabak jadi. Trisno mengatakan, selain dari Kota Bandung, pelanggannya ada yang berasal dari luar Kota Bandung seperti Bali, Jakarta, Cianjur, Bogor, dan Depok.

Salah seorang pengunjung, Dicky (36), mengaku puas dengan rasa dan penyajian martabak Tropica. Pasalnya, jumlah martabak yang disajikan per porsinya lebih banyak. "Beda jika dibandingkan dengan yang lain, Kalau martabak ini lebih tebal, lebih banyak, toppingnya banyak banget, teksturnya lembut. Kalau martabak yang biasa kan menteganya itu pas dimakan suka nempel di langit-langit. Kalau martabak yang ini tidak nempel," katanya. Soal harga, Dicky mengaku harga yang ditawarkan sudah sedang bahkan masih di bawah harga martabak  premium lainnya.

Melihat antusiasnya konsumen yang ingin membeli martabak Tropica, membuat Trisno memutuskan untuk membuka cabang pada tahun 2015. “ tahun 2015 kita akan membuka 2 -3 cabang,” (rls/ PR Info)***