Unpar Raih Penghargaan Dalam Simulasi Sidang PBB di Harvard

Bandung (PRINFO) - Delapan orang mahasiswa dan mahasiswi yang merupakan bagian dari delegasi Universitas Katolik Parahyangan mengikuti perlombaaan simulasi sidang PBB internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Harvard di Boston, Amerika Serikat, Harvard National Model United Nations (HNMUN), 14-17 Februari 2019. HNMUN sendiri merupakan sebuah acara tahunan yang diadakan oleh Harvard International Relations Council sejak tahun 1955.

Pada perhelatannya yang ke-65 ini, HNMUN kembali diikuti oleh berbagai universitas ternama dari 61 negara di dunia, di antaranya adalah Yale University, Princeton University, Leiden University, Thammasat University, Stanford University, dan masih banyak lagi. Selain Universitas Katolik Parahyangan, universitas lain dari Indonesia yang ikut berpartisipasi adalah Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, dan Universitas Diponegoro.

Dalam keikutsertaan tahun ini, delegasi Universitas Katolik Parahyangan kembali menyabet satu penghargaan yang diberikan kepada Aloysius Efraim dan Archangela Rachel dalam komite Organization of American States. Penghargaan Diplomatic Commendation mereka dapatkan karena telah menunjukkan prinsip-prinsip diplomasi dan kolaborasi internasional dengan baik.

Tahun ini, delegasi Universitas Katolik Parahyangan untuk HNMUN adalah satu-satunya delegasi dari Indonesia yang membawa pulang penghargaan dari salah satu perlombaan simulasi PBB paling bergengsi di dunia ini. Anggota delegasi lainnya, Bella Aprilia, Lely Bakti, Wisnu Soentoro, Deandra Cinuti, Ruth Latreia, dan Veronica Acintya juga telah menunjukkan semangat yang besar untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan simulasi sidang yang setiap tahunnya diikuti oleh ribuan peserta.

Model United Nations atau simulasi sidang PBB merupakan sebuah perlombaan yang memfasilitasi para pesertanya untuk bersimulasi seolah-olah menjadi perwakilan sebuah negara dalam komite tertentu. Para peserta dituntut untuk mempelajari kebijakan luar negeri negara tersebut dan mendapatkan sebuah solusi yang dapat diaplikasikan untuk menjawab isu-isu global yang menjadi topik bahasan mereka. Selain itu, para delegasi juga harus mampu berpidato secara formal, bernegosiasi, dan berdiplomasi.

Pada perlombaan HNMUN 2019, terdapat berbagai topik yang dibagi ke dalam berbagai komite PBB. Komite-komite tersebut cukup beragam, mulai dari Disarmament and International Security Committee atau Komite Pelucutan Senjata dan Keamanan Internasional; Economic and Financial Committee—Komite Ekonomi dan Finansial; International Organization for Migration atau Organisasi Migrasi Internasional; hingga organisasi regional seperti Organization of American States (OAS—Organisasi Negara-negara Amerika). Sedangkan topik yang dibahas pun beragam, mulai dari keamanan masyarakat Kurdis di Timur Tengah, peningkatan kualitas pekerja-pekerja dunia, perdagangan manusia sampai topik yang spesifik seperti krisis kemanusian di Venezuela.

Selain itu, terdapat juga perlombaan Social Venture Challenge yang mengajak para delegasi untuk menciptakan sebuah proyek sosial untuk menyelesaikan permasalahan nyata yang terjadi di lingkungan sekitar. Delegasi Universitas Katolik Parahyangan juga mengajukan proposal proyek mengenai aplikasi pelaporan kasus pelecehan seksual yang kerap terjadi di wilayah sekitar Kota Bandung.

Proses yang dilalui para delegasi untuk mengikuti perlombaan HNMUN terbilang cukup panjang, dikarenakan mereka harus mengikuti seleksi yang diadakan oleh kampus, mulai dari menulis esai sampai praktik berdiplomasi.

Pada bulan Maret, Universitas Katolik Parahyangan juga akan memberangkatkan satu tim lagi ke Harvard World Model United Nations yang akan diadakan di Madrid, Spanyol. Selamat bagi delegasi HNMUN dan selamat berjuang bagi delegasi HWMUN! (adv)