Vila Mei Ling

VILA Mei Ling merupakan saksi bisu saat penjajah Belanda menghabiskan hari-hari terakhirnya di Indonesia. Sesaat setelah Batavia jatuh ke tangan Jepang pada 5 Maret 1942, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Tjarda van Starkenborgh beserta rombongannya mengungsi ke Bandung dan tinggal di rumah Residen Priangan Tacoma (Gedung Pakuan).

 

Namun, dua hari kemudian, Jepang menjatuhkan bom di Gedung Pakuan sehingga memaksa van Starkenborgh angkat kaki, pindah ke Vila Mei Ling. Dari sanalah, van Starkenborgh meminta gencatan senjata dan bersedia berunding dengan Jepang untuk menghindari penghancuran total Kota Bandung oleh pasukan Nippon. Belanda pun menyerah tanpa syarat.

 

Sebelumnya, bangunan mewah di Jalan Lammingweg (kini Jalan Sangkuriang) itu dimiliki oleh pengusaha beras Tionghoa, Ang Eng Kan. Letaknya di puncak jajaran bukit di utara Lebak Gede. Nama Mei Ling berasal dari bahasa Tiongkok yang berarti ”kembang indah”, sesuai dengan pemandangan di sekitar vila yang kala itu dihiasi taman dengan aneka bunga. Vila Mei Ling sempat menjadi ikon panorama Lebak Gede. Dulu, gedungnya bisa terlihat dari arah Jalan Siliwangi, tetapi sekarang sudah tertutupi pohon-pohon tinggi.

 

Pada 1930-an, Ratu Wilhelmina dari Belanda pernah berencana untuk mengunjungi Kota Bandung. Vila Mei Ling pun dipersiapkan sebagai wisma untuk tempat menginap sang ratu. Namun, rencana tersebut tidak pernah terealisasi.

 

Salah satu pesohor dunia yang pernah menginap di Vila Mei Ling adalah bintang film asal Inggris, Dirk Borgade. Dia kagum dengan keindahan jendela yang terbuka yang menghadap ke arah lembah di selatan serta pemandangan Gunung Tangkubanparahu di utara.

Vila Mei Ling atau kerap disebut Vila Ang Eng Kan selesai dibangun pada 1930. Perancangnya adalah FW Brinkman yang juga mengarsiteki Bioskop Elita dan Oriental di Bandung. Hingga saat ini, bangunannya masih seperti aslinya. Perubahan hanya sebatas pada pergantian cat.

 

Kini, Vila Mei Ling digunakan sebagai Gedung Utama Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat. Beberapa ruangan yang ada di sana di antaranya ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai aula dan ruang pertemuan. Ada pula ruang utama bangunan yang digunakan sebagai lobi dan taman bunga Mei Ling.

 

Salah satu ciri khas bangunan Vila Mei Ling adalah tiga kaca patri berukuran besar berpola tanaman yang terletak di bagian atas muka gedung. Selain itu, di bagian dalam gedung terdapat berbagai lukisan berhiaskan batu giok yang menggambarkan peristiwa-peristiwa dalam legenda rakyat Tiongkok. (Fitrah/Periset ”PR”)*** Selengkapnya...