WU Tower Serahkan 800 Batang Pohon kepada Dinas Pertamanan Kota Bandung

Bandung, (PR INFO).-

Sebagai upaya dan komitmen dalam melestarikan lingkungan dan penghijauan di Kota Bandung, WU Tower menyerahkan 800 batang pohon kepada dinas Pertamanan Kota Bandung, Senin (27/7/2020). Perwakilan WU Tower Epriyanto mengatakan pohon-pohon itu nantinya akan disebar ke sejumlah titik di Kota Bandung.
 
“Hari ini kami menyerahkan sejumlah 800 batang pohon kepada Dinas Pertamanan Kota Bandung dan selanjutnya oleh Kota Bandung akan disebar di titik titik penanaman sesuai kebutuhannya di wilayah Kota Bandung," kata Epriyanto.
 
Dia menambahkan, pohon-pohon yang akan ditanam di Kota Bandung ini di antaranya adalah pohon jenis saputangan. Pohon tersebut akan ditanam di Jalan Jakarta. Kemudian ada juga pohon jenis mahoni yang akan ditanam dengan cara penyulaman dan tersebar di beberapa titik Kota Bandung.

"Lalu pohon jenis Bougenville yang akan ditanam tersebar di taman-taman Kota Bandung, dan yang terakhir jenis ketapang kencana akan ditanam di daerah Kiaracondong," katanya.
 
Sementara itu, WU Tower adalah gedung yang mengusung dan mengampanyekan bangunan ramah lingkungan. Oleh karena itu salah satu pemenuhan komitmennya adalah dengan menanam pohon di sekitar Gedung WU Tower khususnya maupun di wilayah Kota Bandung pada umumnya. Dan kali ini komitmen itu terbukti melalui penyerahan sejumlah pohon dan ini juga sebagai bukti bahwa WU Tower bersinergi dengan pemerintah untuk upaya pemenuhan komitmen tersebut.
 
"Harapan kami, para pengusaha yang berada di wilayah Bandung memiliki iktikad yang sama seperti WU Tower dalam rangka pelestarian lingkungan di wilayah Kota Bandung untuk jangka panjang melalui penanaman pohon atau penghijauan," kata Kepala UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon Kota Bandung Roslina.
 
Untuk diketahui, WU Tower adalah bangunan perkantoran dengan fasilitasnya yang berada di wilayah Pasteur atau tepatnya di pintu keluar tol Pasteur. Bangunan ini dirancang dengan konsep green building, pemenuhan green building itu di antaranya adalah adanya 32 titik sumur resapan, penanaman 75 batang pohon keras di sekitar bangunan, penyediaan ruang terbuka seluas 70% dari luas lahan, dan juga dilengkapi dengan kaca low energy.

Salah satu fungsi kaca low energy adalah untuk penghematan daya listrik dalam penggunaan tata udara (AC) dan juga terpenuhinya komitmen dari tim TABG (Tim Ahli Bangunan dan Gedung) Kota Bandung yang mengharuskan bangunan dengan konsep hijau dan ramah lingkungan. (adv)***