Wuling Resmi Tembus Pasar Global

Cikarang (PR INFO) - PT SGMW Motor Indonesia atau yang dikenal sebagai Wuling Motors (Wuling) meresmikan ekspor perdana produk SUV-nya ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Oseania, di Cikarang, Rabu (25/9). Acara yang bertajuk “Bersama Indonesia untuk Dunia” yang digelar di Pabrik Wuling di Cikarang Pusat ini menjadi tanda dimulainya pengiriman unit ke Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji.

Setelah melalui proses panjang semenjak April lalu, perusahaan patungan antara SAIC Motor, General Motors, dan Liuzhou Wuling Motors Co. Ltd. itu mulai mengekspor 2.500-2.600 unit Wuling Almaz yang akan di-rebadge menjadi Chevrolet Captiva ke kawasan Asia Tenggara dan Oseania.

“Ini menjadi sejarah dan kebanggaan bagi kami untuk mengukuhkan komitmen jangka panjang Wuling di Tanah Air dengan menjadikan fasilitas produksi di Cikarang sebagai pilar bagi otomotif dunia. Dimulainya kegiatan ekspor ini turut membuktikan bahwa produksi bangsa Indonesia mampu bersaing di tingkat mancanegara,” ujar President Director Wuling Motors Xu Feiyun.

Hanya dua tahun semenjak diresmikan 2017, Wuling terus melakukan produksi di berbagai lini hingga mencapai angka lebih dari 30.000 unit yang telah sampai ke tangan konsumen Indonesia. Tercatat ada empat model kendaraan yang dibuat di pabrik Wuling, yaitu seri Confero dengan kandungan lokal mencapai 55 persen, Cortez 47 persen, Formo, serta Almaz Smart Technology SUV 43 persen.

Dengan mengaplikasikan Global Manufacturing System (GMS), Wuling memastikan bahwa pabriknya berkompeten untuk mencapai efisiensi proses produksi dan menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing di tingkat internasional. Pabrik Wuling sendiri didukung oleh empat fasilitas produksi yang terintegrasi dengan supplier park yang berada di dalam satu kawasan seluas 60 hektare.

“Dengan sinergi kecanggihan teknologi pabrik, standar global manufacturing system, dan sumber daya manusia yang unggul, kami akan memperluas ekspor ke negara tujuan lainnya dan terus berkontribusi lebih untuk Indonesia,” tambah Xu Feiyun.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang hadir pada acara tersebut menyatakan apresiasinya terhadap upaya Wuling dalam membangun ekosistem produksinya secara lengkap di Indonesia. “Indonesian cukup kompetitif dalam memproduksi kendaraan untuk ekspor. Kini Indonesia bukan saja menjadi global supply chain untuk kendaraan CBU, tetapi juga sudah menjadi global vendor untuk kendaraan CBU,” ujarnya.

Konsep Vehicle-to-Everything (V2X) pada Wuling E200

Di tengah acara peresmian ekspor, Wuling Motors (Wuling) juga menampilkan mobil listrik Wuling E200 yang dilengkapi integrated driving technology. Wuling E200 menunjukkan kemampuannya dalam berinteraksi dengan kondisi jalan di area Pabrik Wuling di Cikarang Pusat. Sebelumnya, kendaraan bermotor listrik ini telah dipamerkan dalam ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 pada awal bulan ini.

“Kami dengan bangga menampilkan Integrated Driving Technology yang didukung oleh konsep Vehicle to Everything. Di mana, konsep ini menghubungkan antara manusia, kondisi jalan, kendaraan, hingga komputasi awan yang menjadikan mobil pintar ini mampu beradaptasi dengan infrastruktur di sekitarnya. Teknologi berkendara ini telah diimplementasikan ke dalam mobil listrik E200 yang sudah dipasarkan di seluruh daratan Tiongkok,” ujar Vice President Wuling Motors Cindy Cai.

Integrated driving technology turut didukung oleh beragam fitur seperti forward collision warning yang mampu mendeteksi kondisi jalan di depan, intersection collission warning berguna untuk mencegah terjadinya tabrakan di persimpangan, real time traffic navigation memberikan informasi lalu lintas secara langsung, lane change warning, auto emergency brake, dan smart speed limit aid.

Secara spesifikasi, Wuling E200 berdimensi panjang 2.497 milimeter, lebar 1.526 milimeter, dan tinggi 1.616 milimeter. Mobil ini didukung motor listrik dengan baterai lithium yang menghasilkan daya maksimal sebesar 29 kW dengan torsi sebesar 110 Nm yang mampu dipacu mencapai kecepatan 100 km/jam. Dalam kondisi baterai penuh, Wuling E200 dapat menempuh jarak sampai dengan 250 kilometer.

Sementara, dalam rangka mendukung perkembangan ekosistem dan pasar kendaraan listrik di Tanah Air, menurut Menperin Airlangga Hartarto, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah insentif melalui perumusan peraturan-peraturan baru. “Pemerintah akan mengeluarkan aturan baru PPNBM berdasarkan emisi, jadi semakin rendah emisi akan semakin kecil nilai PPNBM-nya. Bahkan untuk EV (electric vehicle) bisa jadi hanya 0 persen,” ucapnya. (adv)