6 Kafe Legendaris Di Bandung

2928.JPG

Foto: Dok. PR

TAK berlebihan jika Kota Bandung disebut sebagai surga untuk memanjakan lidah dan perut. Kuliner di sini serbaada, mulai dari tempat jajan sederhana, kawasan kaki lima, kafe untuk anak muda, sampai restoran mewah. Meski begitu, tak banyak yang dapat bertahan selama puluhan tahun, menjadi tempat favorit bagi para pelanggan setia generasi terdahulu hingga sekarang. Di antara sekian banyak kafe di Bandung, beberapa di antaranya telah hadir, menyuguhkan menu-menu andalan mereka selama puluhan tahun bahkan ada pula yang telah melewati usia emasnnya, setengah abad lebih. Pantas rasanya jika kafe-kafe yang tak lekang dimakan waktu ini disebut sebagai kafe legendaris. Berikut enam kafe legendaris di Kota Bandung

1 Canary Bakery & Café

Canary Bakery & Café

CANARY Bakery & Café merupakan toko roti sekaligus kafe yang sudah ada sejak dulu, bangunannya pun masih sama seperti sejak awal dibangun pada tahun 1980-an. Pemilik toko hanya melakukan sedikit perubahan di beberapa bagian bangunannya, seperti memperlebar kaca depan toko agar roti dan kue yang dipajang di dalamnya dapat terlihat dan menarik konsumen untuk membelinya. kafe yang berada di persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan ini sebelumnya dikenal sebagai istana es krim karena pada tahun 1930-an di sana berdiri toko Es Krim Baltic.

2 Yoghurt Cisangkuy

Yoghurt Cisangkuy

 

SUASANA rumahan sangat terasa saat memasuki kafe yang sudah berdiri sejak tahun 1969 ini. Pengunjung dapat memilih sejuknya area di halaman rumah yang rindang ditumbuhi tanaman atau di dalam rumah dengan suasana rumah jadul. Suasana homy ini membuat kebanyakan pengunjung enggan untuk beranjak cepat-cepat. Sesuai namanya, kafe ini menyajikan berbagai macam rasa dari olahan yoghurt yang didominasi oleh rasa buah-buahan.

3 Braga Permai

Braga Permai

BRAGA Permai merupakan salah satu restoran tertua di Kota Bandung. Rumah makan yang telah berdiri sejak tahun 1923 ini awalnya bernama Maison Bogerijen. Dahulu tempat ini menjadi penyedia kuliner bagi Ratu Belanda. Perubahan nama menjadi Braga Permai terjadi pada era Presiden Soekarno, sekitar tahun 1960-an. Salah satu menu yang masih khas di restoran ini adalah ice cream homemade. Konon, cita rasa es krim di Braga Permai ini tetap dipertahankan sejak dahulu. Sekarang, berbagai menu bisa ditemukan di sini. Mulai dari menu khas nusantara seperti Nasi Rawon hingga menu Eropa seperti steak dan pasta tersedia. Untuk jenis minumannya pun beragam, mulai dari minuman ringan, mocktail hingga wine. Aneka hidangan tersebut tentu saja untuk memanjakan lidah pengunjung yang datang karena sebagian besar penikmat kuliner di Braga Permai adalah turis asing.

4 BMC (Bandoengsche Melk Centrale)

BMC

TEMPAT ini berdiri sejak 1928 dan memiliki sejarah sebagai koperasi pengolahan susu tertua di Indonesia dan satu-satunya pada masa Hindia Belanda. Bandoengsche Melk Centrale atau BMC yang berada di Kebon Sirihweg (sekarang Jalan Aceh), merupakan pusat pengolahan susu termodern di zamannya. Dari awal, bagian depan bangunan sudah difungsikan sebagai kedai susu, pada 1972 sebagai restoran, dan 1999 mengalami renovasi lagi sehingga tetap menjadi tempat kongkow warga Bandung dan sekitarnya yang patut diperhitungkan.

5 Tizi

TAHUN 1980an, nama Tizi begitu akrab di telinga anak muda Bandung kala itu. Tizi menjadi salah satu tempat incaran mereka untuk berkongkow dan menikmati hidangan ala barat. Hingga kini, restoran berkapasitas 200 orang itu juga masih diburu pelanggan lamanya serta pelanggan dari generasi sekarang. Steak tetap menjadi menu andalan dari dulu hingga sekarang. Paling digemari ialah tenderloin dan sirloinnya. Ada juga steak burger dan lidah sapi saus jamur.

6 Warung Kopi Purnama

Warung Kopi Purnama

KOTA Bandung memiliki banyak tempat makan yang bertahan sejak zaman kolonial. Salah satunya adalah Warung Kopi Purnama yang telah beroperasi sejak tahun 1930. Pada awal berdirinya, restoran yang didirikan oleh Yong A Thong ini bernama Chang Chong Se, yang memiliki arti : Selamat Mencoba! Sejalan dengan kebijakan pemerintah Republik Indonesia, pada tahun 1966 restoran ini berganti nama memakai Bahasa Indonesia menjadi Warung Kopi Purnama.