Lezatnya Mata Lembu

2865.png

Mata Lembu
Foto: Sutrisno/PDR
DUGAAN anda meleset jika mengira panganan bernama mata lembu terbuat dari mata seekor lembu atau sapi. Mata lembu sama sekali bukan bagian tubuh dari hewan tersebut. Makanan yang satu ini merupakan hidangan laut yang banyak dijumpai di gugusan pantai selatan, termasuk di wilayah selatan Kabupaten Garut.
 
Mata lembu merupakan gastropoda laut yang serupa dengan keong batu laga. Bentuknya nyaris mirip dengan keong sawah, masyarakat sunda lebih mengenalnya dengan sebutan tutut. Namun ukuran serta daging mata lembu lebih besar dari tutut. Cangkangnya pun lebih keras. Terdapat bercak-bercak putih di cangkang keong yang bernama latin turbo argyrostoma linnafeus itu. Pada bagian mulutnya, ada organ sekeras batu, berbentuk bulat berdiameter 3 cm. Bercak hitam yang ada di bagian tengahnya membuat organ ini terlihat persis seperti mata seekor lembu. Barangkali hal ini yang membuat keong berwarna kehijauan ini lebih kesohor dengan sebutan mata lembu. Keong mata lembu banyak hidup di sekitar terumbu yang ditumbuhi tumbuhan laut sargassum sp, sejenis rumput laut. 
 
Tidak perlu keahlian khusus untuk memasak mata lembu. Mudah saja. Tinggal dicuci terlebih dahulu kemudian direbus dalam air yang sudah diberi garam. Cangkangnya yang keras membuat proses perebusan memakan waktu agak lama yaitu 15 hingga 20 menit. Mata lembu kemudian ditiriskan dan siap dihidangkan. Jenis sambalnya, bebas, sesuai selera. Di warung-warung makan di pantai selatan Garut, mata lembu biasanya dihidangkan bersama sambal kecap yang diberi jahe. Penyajian mata lembu amat sederhana, bahkan cenderung tidak menggoda. Hanya disajikan di atas wadah tanpa ada hiasan. Akan tetapi, jangan tertipu oleh penampilan!
Cara memakan mata lembu cukup unik. Jika menyantap tutut hanya tinggal mencungkil dagingnya menggunakan lidi, maka membutuhkan usaha ekstra untuk menikmati lezatnya mata lembu. Organ sekeras batu yang menutupi daging cenderung menempel rapat di mulut sang keong. Mata lembu harus terlebih dahulu di benturkan ke talenan kayu yang disediakan hingga organ tersebut terlepas. Suara benturannya akan bersahutan dengan deburan ombak jika anda menyantap mata lembu di pinggir pantai.  Setelah organ yang mirip mata seekor lembu itu terlepas, daging dicungkil dengan lidi lalu dioleskan ke saus kemudian disantap dengan nasi hangat. Menyantap mata lembu akan lebih nikmat jika diakhiri dengan air kelapa muda atau minuman bersoda.   
 
Di Kabupaten Garut, hidangan mata lembu bisa dijumpai di sederet rumah makan di  Pantai Rancabuaya, Pantai Santolo, dan Pantai Sayangheulang. Konon, kandungan protein mata lembu cukup tinggi. Sebagian orang juga percaya bahwa mata lembu dapat meningkatkan stamina terutama kaum pria.
 
Para nelayan biasanya memburu mata lembu di malam hari. Saat gelap, mata lembu kerap berkeliaran di seputar karang dan menuju bibir pantai. Peralatan yang digunakan nelayan sangat sederhana. Alat utamanya ialah perahu ban serta lampu minyak. Aktivitas ini biasa disebut ngobor. (Fitrah/PDR)