Santapan Khas Timur Tengah dengan Sentuhan Melayu

Bandung (PRINFO) - PECINTA daging kambing, Arab cuisine, dan santapan khas Timur Tengah bisa berbahagia kali ini. Pasalnya, kini di Bandung hadir resto yang menyajikan makanan khas Timur Tengah. Tak perlu khawatir, sang pemilik sudah menyesuaikan taste orang Indonesia dalam santapan Arab cuisine ini sehingga akan lebih ramah di lidah orang Indonesia.

The Food Opera merupakan resto bermenu santapan khas Timur Tengah yang menyasar pasar di kalangan middle. Oleh karena itu harganya pun pas di kantong. Berbagai menu ditawarkan mulai dari Nasi Kebuli, Kambing Bakar, Basmati Biryani Kambing Bakar, Maroccan Lamb, Nampan Nasi Arab Madhbi, dan menu lainnya yang bisa disantap bahkan dilengkapi dengan paket untuk ber-10 atau ramai-ramai bersama keluarga, saudara, dan rekan.

Disampaikan pemilik The Food Opera, Tina Ratnaningsih, resto yang berlokasi di Jalan Gandapura, Bandung ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya sukses diminati resto serupa di Pekanbaru.
"Ini yang kedua, sebelumnya sudah ada di Pekanbaru dan sudah berdiri sekitar 4 tahunan. Alhamdulillah di Pekanbaru cukup diminati dan banyak permintaan. Akhirnya kami mencoba menyasar pasar Bandung, karena kebetulan juga saya asli dari Bandung. Untuk resto yang di Bandung ini sudah 6 bulan berdiri. Alhamdulillah peminatnya juga cukup banyak," ujar Tina.

Resto di Bandung ini, disebutkan Tina sebagai kitchen center yang menyuplai kemitraan dan bahkan yang di Pekanbaru pun di suplai dari Bandung. Tina mengatakan pada tahun 2019 ini akan berfokus pada pengembangan pasar dan makanan bekemasan instan. "Hal ini dipicu karena banyaknya permintaan untuk santapan khas Timur Tengah ini bisa dibawa ke luar kota atau ke tempat lain sebagai oleh-oleh. Karena itu kami mulai mengembangkan kemasan instan," ujarnya.

Soal taste, Tina menegaskan sudah disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia, bahkan bumbu-bumbunya pun diracik sendiri dengan rempah-rempah asli Indonesia, kecuali bumbu tertentu yang memang hanya ada di Timur Tengah.

"Santapan khas Timur Tengah dengan sentuhan khas Melayu sehingga soal rasa sudah ramah dengan lidah orang Indonesia. Bahkan orang Timur Tengah yang berkunjung ke resto kami di Pekanbaru mengatakan, makanannya lebih enak dibandingkan aslinya, karena rempah-rempahnya yang memang berkualitas," kata Tina. (Ari Nursanti)***