Sumur Bandung

3525.JPG

Sumur Bandung
Fitrah / PDR
BISA jadi warga Bandung mengenal Sumur Bandung sebagai salah satu kecamatan saja. Padahal, masyarakat luar Bandung lebih mengenalnya sebagai tempat keramat. Sumur Bandung disini memang merupakan sebuah situs sejarah. Situs ini menjadi  bagian dari penanda lahirnya Kota Bandung. Bahkan ada sumber mengisahkan jika nama Bandung sebagai nama kota diambil dari Sumur Bandung. Dalam bahasa Sunda, Sumur Bandung berarti sumur sepasang atau sumur yang berhadapan (bandungan). Kedua sumur dimaksud berada di tepian Sungai Cikapundung sebelah barat. Satu sumur terletak di Bale Sumur Bandung atau Gedung PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten, Jln. Asia Afrika. Sementara sumur lainnya berada di bawah bangunan bekas komplek pertokoan Miramar, Alun-alun, yang kini sudah rata dengan tanah. Namun, sumber lain menyebutkan keberadaan Sumur Bandung tak hanya di dua tempat tersebut. Tetapi juga terdapat di lokasi lain seperti di belakang Gedung Palaguna, Pendopo, belakang Masjid Agung Bandung dan Bank Escampto, bank tertua di Kota Bandung atau kini Bank Mandiri Jln. Asia Afrika-Jln. Banceuy.
 
Sumur Bandung yang berada di Gedung PLN merupakan situs yang sampai kini masih ada dan terpelihara. Sementara sumur lainnya dibiarkan terbengkalai bahkan hilang tanpa jejak. Konon, Sumur Bandung di Gedung PLN tetap ‘hidup’dengan mitos tersendiri. Mitos yang beredar, Sumur Bandung dijaga oleh Nyi Mas Dewi Kentring Manik, penjaga alam gaib Kota Bandung. Kisah lain dengan beberapa versi pun ikut menyertai Sumur Bandung. Dikisahkan sumur ini dibuat oleh Bupati R.A. Wiranatakusumah II (Dalem Kaum) di hutan pinggir Sungai Cikapundung sekitar tahun 1811. Yakni semasa ia berisitirahat dalam perjalanan Subang-Dayeuhkolot untuk mencari ibukota yang baru. Dalem Kaum menancapkan tongkat hingga memancarkan air jernih dan menjadikannya Sumur Bandung. Kisah lain menyebutkan bukan tongkat yang ditancapkan melainkan sebatang nyere (lidi) kemudian dibuat sumur dalam semalam. Terlepas dari kisah yang menyertainya, keberadaan sumur tersebut digunakan untuk segala keperluan masyarakat Bandung. Lebih utamanya pada awal pembangunan Kota Bandung, Sumur Bandung menjadi sumber air untuk pembangunan gedung-gedung disekitar Cikapundung, yakni kawasan Alun-alun.

Sumur Bandung

Sumur Bandung
Fitrah / PDR
 
Seiring perkembangan, pembangunan kota berimbas pada lokasi Sumur Bandung. Tepatnya pada tahun 1930-an, di lokasi tersebut didirikan bangunan berlanggam Indoeuropesch Architectural Stijl karya C.P. Wolff Schoemaker. Gedung di atas lahan 3.945 m2 ini kemudian digunakan oleh N.V. Gebeo, Perusahaan Listrik Hindia Belanda pada 26 Oktober 1939. Kini, gedung tersebut ditempati oleh PT (Persero) PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten. Sumur Bandung sendiri sekarang berada di bagian belakang kantor tersebut. Penampilan sumurnya tak seperti sumur biasa. Sumur diberi penutup berwarna kuning keemasan, diberi keramik warna merah marun dan diberikan rantai pembatas. Namun letak awal Sumur Bandung di gedung ini bukanlah berada di belakang kantor, melainkan masih berada di lobi gedung tersebut. Pemindahan dilakukan oleh Walikota Wahyu Hamidjaja pada 26 Oktober 1997, agar para tamu sumur tersebut lebih leluasa mengunjunginya. Sumur Bandung awal tersebut kini seperti menjadi bagian dari interior ruangan yang bentuknya mirip setengah altar, berpagar dengan ornamen huruf “S” dan diberikan penanda semacam prasasti.

Sumur Bandung

Sumur Bandung
Fitrah /PDR
 
Sumur Bandung memiliki air yang jernih dan selalu ada sepanjang waktu, meskipun saat musim kemarau. Air sumur ini pun dianggap memiliki kekuatan gaib untuk segala keperluan. Selain sejarah yang mengiringinya, mungkin hal ini juga yang menyebabkan masyarakat menganggapnya sebagai tempat keramat atau sakral. Perlakuan terhadap sumur ini pun harus istimewa. Orang tak bisa sembarangan mengambil airnya, harus dalam keadaan bersuci (berwudhu) dan diawali dengan berdoa. Kekeramatannya ini membuat masyarakat luar Kota Bandung tak henti-hentinya mendatangi Sumur Bandung dengan segala tujuan (DOK/PR)
Alamat: 
Sumur Bandung
Jalan Cikapundung Barat
Bandung Jawa Barat
Indonesia
Daerah: