PLN Distribusi Jabar dan Banten

3513.JPG

Gedung PLN
Gedung PLN
Bangunan tua peninggalan Belanda ini terletak bersisian dengan Sungai Cikapundung. Bangunan ini merupakan saksi perjalanan gemerlapnya Paris van Java setelah dialiri listrik. Masyarakat Bandung tempo dulu menyebut bangunan ini dengan nama “Gedung Hebeo”, pelafalan khas tempo dulu untuk kata GEBEO. Bangunan yang telah dikukuhkan sebagai salah satu cagar budaya Kota Bandung tersebut kini dibalut cat berwarna abu muda.
 
Tahun 1905 merupakan awal mula kelistrikan di Bumi Priangan. Pada saat itu berdiri sebuah perusahaan bernama Bandungsche Electriciteit Maatschaappij (BEM) yang bertugas mengelola penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan publik. Dalam perkembangan selanjutnya, pada 1 Januari 1920 BEM berganti nama menjadi GEBEO yang merupakan kepanjangan dari Gemeenschappelijk Electriciteitsbedrijf Bandoeng en Omstreken. Penggunaan nama “Gemeenschappelijk” menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak murni milik swasta, melainkan sebagian sahamnya adalah milik pemerintah Belanda. 
 
GEBEO bertugas untuk mengatur pendistribusian listrik di wilayah Bandung. Sedangkan pengelolaan pembangkit listrik dilakukan melalui dinas Waterkracht en Electriciteit. Sebelum menempati gedung yang berada di Grote Postweg (Jalan Asia Afrika), GEBEO pernah berkantor di sebuah bangunan yang berada di Bragaweg (Jalan Braga). Lokasinya tepat berseberangan dengan bangunan yang kini ditempati oleh Bank Indonesia (BI).
 
Gedung GEBEO yang kini dikenal dengan nama Gedung PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten merupakan rancangan arsitek Belanda, Gmelig Meyling. Gedung ini didirikan pada tahun 1940. Sempat ada kontoversi yang menyebutkan bahwa perancang bangunan ini adalah CP Wolff Schoemaker. Kenyataannya, biro arsitek Wolff Schoemaker memang pernah merancang desain pengembangan gedung GEBEO. Namun rancangan tersebut hilang ketika terjadi perang perebutan kekuasaan dari tangan Belanda oleh para pejuang bangsa. Akhirnya, pada tahun 1948 pengembangan Gedung GEBEO dilanjutkan oleh arsitek sebelumnya, yakni Gmelig Meyling.
 
Dalam pengembangan tersebut, Gedung PLN membawa serta Sumur Bandung di dalamnya. Sumur bersejarah tersebut berada di lantai dasar gedung dan dibuatkan ruangan tersendiri yang diberi nama Bale Sumur Bandung. Konon, air sumur ini tetap bersih dan tidak pernah kering sepanjang tahun. Keberadaan sumur tua ini juga membuat Gedung PLN menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi. (Dok. PR)
 
Alamat: 
PLN Distribusi Jabar dan Banten
Jln. Asia Afrika No.63
Bandung Jawa Barat
Phone: 022 4230747
Indonesia
Daerah: