Gedung Landmark

3256.JPG

Gedung Landmark
Nugraha R/PDR
SEJAK masa pemerintahan Hindia Belanda, kawasan Braga selalu menjadi pusat keramaian kota Bandung. Pesona yang terpancar dari gedung-gedung tua di kawasan Braga inilah yang membuatnya tak pernah mati. Meski sebagian gedung tua itu ada yang terbengkalai, namun beberapa gedung lainnya masih tetap berfungsi dengan baik seperti Gedung Landmark yang sudah ada sejak tahun 1922.
 
Gedung rancangan arsitek Belanda, C.P. Wolff Schoemaker ini memiliki desain yang sangat khas. Gaya yang diterapkan pada gedung tersebut adalah gaya andalannya, yakni gaya art deco yang tengah tren pada masa itu. Namun, meskipun ia menyisipkan gaya arsitektur modern khas Eropa pada bangunan ini, Schoemaker juga tidak menghilangkan unsur budaya Indonesianya. Pada bagian atas pintu masuk bangunan, ia menambahkan ornamen ukiran candi dan Batara Kala sebagai ciri dari budaya Indonesia.
 
Awal dibangun, gedung Landmark berfungsi sebagai toko buku dan percetakan Van Dorp. Konon, keuntungan yang dihasilkan perusahaan ini mampu membangun 50 vila mewah pada masanya. Akan tetapi perusahaan yang cukup bertahan lama ini, pada tahun 1960-an mengalami kemunduran. Akibat kemunduran dan kurangnya pengunjung itulah toko buku Van Dorp pun ditutup. Sekitar tahun 1970-an, toko buku ini kemudian beralih fungsi menjadi sebuah bioskop. 
 
Bioskop yang kala itu terkenal dengan nama bioskop Pop ini berakhir sama seperti toko buku dan percetakan Van Dorp. Secara perlahan ia mengalami kemunduran hingga akhirnya berhenti beroperasi. Setelah bioskop tersebut tutup, bangunan ini beralih fungsi menjadi sebuah gedung serba guna bernama Landmark Convention Center. 
 
Sejak itu, berbagai kegiatan kerap dilakukan di gedung Landmark, dari mulai pesta pernikahan ataupun acara kontemporer seperti pergelaran seni, pameran buku, pameran komputer, dan pameran lainnya. Selain itu, gedung Landmark juga sangat bermanfaat bagi para lulusan baru dari berbagai sekolah maupun perguruan tinggi karena di gedung inilah acara job fair sering diadakan. Pada masa inilah beberapa bagian bangunan, baik interior maupun eksterior mengalami sedikit perubahan.
 
Kendati demikian, beberapa pengunjung yang datang ke gedung Landmark selain untuk menghadiri acara, mereka juga tak ingin melewatkan keindahan gedung yang telah berumur puluhan tahun ini dengan mengabadikannya melalui foto. Kini, gedung Landmark sebagai peninggalan zaman Belanda itu bukan hanya sebagai sisa sejarah yang dikenal akan cerita masa lalunya melainkan sebuah gedung yang telah memberikan manfaat bagi banyak orang. (Mayang Ayu Lestari/PDR)
 
Alamat: 
Gedung Landmark
Gedung Landmark
Jl. Braga No. 129
40111 Bandung Jawa Barat
Phone: 02276888200
Indonesia
Daerah: