Hotel Gino Feruci (Eks Hotel Surabaya)

2768.JPG

Hotel Gino Feruci (Eks Hotel Surabaya)
Foto: Nugraha/PDR

HOTEL Surabaya bukan hotel yang besar dan megah, namun keberadaannya mewakili sejarah perkembangan arsitektur abad ke 18 hingga abad ke 19. Semula bangunan ini adalah Landhuis (komplek tempat tinggal) orang China, yang didirikan tahun 1884. Pendirinya adalah seorang Tionghoa asal Surabaya bernama Tan Tjin Gie.

Seiring dengan dibukanya jalur kereta api Bandung – Batavia pada tahun 1886, bangunan ini disewakan dan berkembang menjadi sebuah hotel. Pembangunan dilakukan dalam tiga tahap, bangunan pertama memperlihatkan gaya neo-classical, dibangun sekitar tahun 1886. Bangunan kedua mengusung gaya art nouveau yang dibangun antara tahun 1900 hingga 1910, sementara bangunan ketiga mulai memperlihatkan gaya bangunan Art Deco. Ketiganya memiliki arsitektur yang langka dan konstruksi yang unik khas Eropa. Tampak jelas perpaduan gaya Belanda klasik dan gaya Cina, yang melahirkan arsitektur Romantism.

Ciri interior bangunan Eropa terkandung dalam unsur bahan baku, dinding, lantai, atap, langit-langit, bahkan pada elemen bukaan bangunan. Bentuk pintu dan jendela masing-masing ruangan berbeda. Salah satu keistimewaannya adalah menara yang berbentuk segi delapan. Menara ini dulu dihiasi color glass yang mengeluarkan warna saat terkena cahaya. Keunikan bangunan inilah yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk singgah bermalam.

Menurut Bandung Heritage, hotel yang terletak di kawasan Pecinan ini lebih tua dibandingkan pasar baru sebagai pasar modern pertama yang dibangun tahun 1906. Hotel ini juga sempat beberapa kali mengalami pergantian nama. Pertama sekali namanya adalah Hotel Toeng Hoa (1914), kemudian diganti menjadi Hotel sangkuriang (1950), dan akhirnya menjadi Hotel Surabaya (1960) sesuai nama pemiliknya. Sejak saat itu, pengelolaan diteruskan oleh keluarga pemilik hotel, Bapak Paramita. Perbaikan demi perbaikan dilakukan untuk menjaga keasliannya, bahkan ketika direstorasi materi pengganti bahan bangunan khusus didatangkan dari Yogyakarta.

Hotel modern semakin menjamur di Kota bandung, namun Hotel Surabaya tetap berjalan dengan perlahan dan sederhana hingga tahun 2009. Sayangnya, satu bangunan bagian belakang hotel tersebut telah tiada, sementara bagian depan bangunan Heritage itu disatukan dengan bangunan  Hotel Carrcadin dan yang terakhir yakni Hotel Gino Feruci. Walaupun begitu, sejarah mencatat Hotel Surabaya adalah hotel tertua dan langka di Kota bandung, yang mewakili perkembangan arsitektur Indonesia pada zaman kolonial Belanda. *** (Putri Khaira Ansuri/PR / Sumber : Dr. Dibyo Hartono IAI – Head of Natural & Build Environment)

Alamat: 
Hotel Gino Feruci (Eks Hotel Surabaya)
Hotel Gino Feruci (Eks Hotel Surabaya)
Jalan Kebon Jati No. 71-75
40171 Bandung Jawa Barat
Phone: 0224248000
Fax Number: 0224232800
Indonesia
Daerah: