Masjid Istiqamah

CIKAL bakal Masjid Istiqamah yang sekarang berdiri di Jalan Taman Citarum, Kota Bandung, bermula dari Masjid Cihapit atau Masjid Istiqamah Cihapit. Masjid itu terletak di sekitaran daerah Jalan Cihapit yang telah berdiri pada 1926. Masjid Cihapit berdiri atas inisiatif seorang kopral KNIL, Ronodikromo. Saat itu, wilayah Bandung utara merupakan daerah bebas masjid karena “dikuasai” Belanda. Namun, akhirnya Masjid Cihapit bisa berdiri di kawasan komplek militer Belanda.
 
Setelah berdiri cukup lama dan renovasi beberapa kali, Masjid Cihapit dirasakan kurang memadai, terutama dalam hal kapasitas. Pada era 1960-an, program pembangunan didukung penuh oleh pemerintah Orde Baru, termasuk pembangunan tempat ibadah. Kesadaran masyarakat akan ibadah pun meningkat seiring dengan tumbuhnya gerakan dakwah dari kalangan politisi Islam. Puncaknya pada 1965, saat peristiwa G30S/PKI berkecamuk, banyak masyarakat yang kembali beragama dan memenuhi Masjid Cihapit hingga tidak tertampung. Kondisi ini memunculkan ide dari sejumlah tokoh masyarakat untuk mengembangkan masjid, dengan membangun masjid lain di tempat berbeda. Panitia pembangunan pun dibentuk pada Oktober 1966. Sebagai langkah awal, panitia mencari lahan yaang representatif. Lapang tenis di Jalan Sabang, sebidang tanah di Jalan Cihapit (sekarang kantor Polisi) dan lapangan Pulo Laut (Taman Pramuka di Jalan RE. Martadinata) sempat menjadi kandidat tempat pembangunan masjid. Namun, pada akhirnya Taman Citarumlah yang dipilih, setelah mendapat izin dari walikota Bandung saat itu. Lokasi yang strategis menjadi alasan kuat dipilihnya lahan ini.
 
Taman Citarum dulunya adalah taman dengan monumen setengah bola dunia sebagai tanda peringatan peristiwa percakapan pertama melalui radio telefon antara Hindia Belanda dan Nederland. Taman tersebut dibongkar pada 1950 karena dianggap melanggar tata susila dengan adanya pemasangan patung pria minim busana. Tahun 1967, pembongkaran kembali dilakukan oleh panitia yang mendapat bantuan dari Kujang II/Siliwangi. Sementara rancangan gambar masjid direncanakan oleh Ir. Gustaf Abas. Baru setahun kemudian, gambar itu mendapat pengesahan dari Pemerintah Kota Bandung. Tahun 1970, untuk pertama kalinya dilakukan pembangunan fondasi dengan ukuran 30 x 12.5 meter. Lima tahun kemudian, masjid bertingkat dua itu pun rampung pembangunannya. Satu menara tanpa kubah, bagian masjid yang cenderung terbuka, ornamen kayu yang mendominasi, dan kaca-kaca berukuran besar menjadikan ciri khas dari masjid ini. Ditambah ruang terbuka hijau disekelilingya, menjadikan masjid ini sejuk dan mendukung kekhusyuan beribadah.
 
Sejak berdiri, begitu banyak kegiatan yang telah dilakukan di masjid ini. Masjid yang bernaung di bawah Yayasan Istiqamah ini memiliki kegiatan yang selalu melibatkan masyarakat terutama remaja dan perempuan. Aktivitas masjid pun tak terbatas pada ibadah dan dakwah, tetapi menjangkau bidang pendidikan, dengan didirikannya sekolah TK hingga SMA, juga Taman Pendidikan Alquran. Diawali dengan pendirian TK pada 1985, kemudian SD, SMP dan Taman Pendidikan Alquran pada era 1990-an. Terakhir, SMA Istiqamah didirikan pada 2007, yang berada di lokasi berbeda dengan masjid. (Dok/PR)
 
Alamat: 
Masjid Istiqamah
Masjid Istiqamah
Jln. Taman Citarum No. 1
Bandung Jawa Barat
Indonesia
Daerah: