Masjid Pajagalan

2869.JPG

masjid Pajagalan
Foto : Nugraha/PDR

BERDIRINYA Masjid Pajagalan Bandung tidak lepas dari perkembangan Pesantren Persatuan Islam (Persis) yang didirikan KH A Hassan 79 tahun lalu. Pesantren tersebut dikenal dengan nama“Pesantren Besar” dan “Pesantren Kecil,” dibangun untuk mencetak para muballigh yang mampu menyiarkan, mengajarkan, membela, dan mempertahankan agama mereka di mana saja mereka berada.

Sebelum mempunyai tempat yang tetap, pesantren memanfaatkan masjid di Jalan Pangeran Soemedang (sekarang Jalan Otto Iskandar Dinata) yang sebelumnya digunakan untuk penyiaran agama Islam oleh Persatuan Islam. Pada masa revolusi, KH E Abdurrahman memindahkan kegiataan pesantren ke Gunung Cupu, Ciamis. Sementara Ust E Abdullah membuka madrasah di Pameungpeuk Kabupaten Bandung. 

IMG_0709.JPG

masjid Pajagalan
Foto : Nugraha/PDR

Usai meredanya masa revolusi sekira tahun 1948, atas prakarsa MI Sudibya, Pesantren Persis Bandung dibuka kembali. Saat itu kegiataan pesantren diselenggarakan di Jalan Kalipah Apo No. 5 (sekarang menjadi asrama santri putri Persis yang dikelola Persistri). Dua tahun kemudian, Pesantren Persis membuka kelas tsanawiyyah (menengah pertama) yang menempati gedung di Jalan Pajagalan No.77 milik pendiri Persis KH Zam Zam.

Masjid Pajagalan dari awal dibangun sudah merupakan bangunan modern seluas 400 m persegi. Konstruksi bangunan berupa kombinasi tembok beton dan batu. Bagian tembok utama masjid sebagian dilapisi batuan alami berukuran besar. Sedangkan pintu masuk dan jendela masjid masing-masing dihias dengan batu-batuan alami berukuran kecil. Bagian atapnya ditutup dengan satu kubah utama yang ditopang enam pilar. Kubah yang terbuat dari baja tersebut dikelilingi oleh empat kubah berukuran sedang dan 40 kubah berukuran kecil.

Masjid Pajagalan dibangun bersamaan dengan Pesantren Persatuan Islam (Persis). Kedua bangunan berdiri di atas lahan yang diwakafkan H. Anang Thoyib di Jalan Pajagalan 22 dan 26 (sekarang Jalan Pajagalan No. 14-16) dan diresmikan oleh KH A Hassan sekira tahun 1952. Posisi masjid terletak di tengah, dikelilingi bangunan pesantren kelas tsanawiyyah, ibtidaiyyah dan mu’allimin. 

IMG_0715.JPG

masjid Pajagalan
Foto : Nugraha/PDR

Renovasi masjid pertama dilakukan pada 19 Agustus 1985 di bawah pimpinan H Syamsuri sebagai ketua DKM. Pemugaran dilakukan dengan melapisi semua bagian tembok utama dan jendela masjid dengan keramik. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah dan memperkecil biaya pemeliharaan serta mengikuti tren saat itu. Lima tahun berselang lantai masjid berupa traso diganti menjadi lantai kayu (parquet). Selanjutnya di tahun yang sama, dibangun juga ruang sekretariat DKM , tempat wudu, dan toilet.

Kini Masjid Pajagalan Bandung dapat menampung sekira 800 jamaah. Namun ada keinginan DKM masjid untuk mengembalikan wajah Masjid Pajagalan sekarang seperti pertama kali dibangun yang lebih artistik. (Nugraha/PDR)

Alamat: 
Masjid Pajagalan
Persis
Jalan Pajagalan No. 14-16, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Astana Anyar, Wilayah Tegalega, Kotamadya Bandung, Jawa Barat
Bandung Jawa Barat
Indonesia
Daerah: