SMPN 12 Bandung

4035.JPG

SMPN 12 Bandung
Foto: Nugraha.R/PDR

SMP Negeri 12 Bandung berada di jalan Setiabudhi no.195 Bandung didirikan oleh Prof. Dr. H. Engkoswara, M.Ed yang kemudian menjadi kepala sekolah pertama SMP tersebut. Bangunan SMPN 12 awalnya merupakan sebuah panti jompo peninggalan pemerintah Hindia-Belanda.

Namun tahun 1965, Kesatuan Aksi Pelajar Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) mengambil alih bangunan tersebut dari tangan orang-orang Tionghoa. Hal tersebut kondisi politik Indonesia pada masa itu sangat dipengaruhi oleh isu anti Tionghoa. Pada masa itu masyarakat pribumi menganggap kesengsaraan yang dialami oleh bangsa Indonesia dipengaruhi oleh orang-orang Tionghoa yang tinggal di Indonesia. Selain itu perekonomian Indonesia sebagian besar dipegang oleh para pedagang Tionghoa, sedangkan sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan buruh.

Alasan lain KAPP dan KAMI mengambil alih panti jompo tersebut sebagian besar penghuninya adalah orang-orang Tionghoa dan Belanda . Di tahun yang sama atas kebijakan pihak Pemkot Bandung saat itu memindahkan SMP 12 dari Gegerkalong Girang ke jalan Setiabudhi Atas. Pada tanggal 08 September 1966 SMP 12 resmi berdiri berdasarkan No. SK. Pendirian : 101/SK/B/III/05/1966. 

SMPN 12 Bandung

SMPN 12 Bandung
Plakat Penetapan Cagar Budaya Foto: Nugraha R/PDR

Bangunan SMP 12 Bandung termasuk cagar budaya tipe A sehingga yang tidak bisa dirubah sama sekali. Sisa bangunan yang masih tersisa yakni terdiri dari empat ruangan. Di bagian depan (menghadap ke Timur) terdiri dari dua ruang dengan memiliki luas sekira 30 m2. Ruangan tersebut kini masing-masing dipakai menjadi ruang Kepala Sekolah dang Ruang Tamu. Di Kedua ruangan tersebut masih tersisa ciri khas bangunan jaman Kolonial Belanda diantaranya jarak dari lantai ke langit-langit tingginya sekira 4 meter lebih. Selain itu lantai ruangan masing-masing berukuran 20 x 20 memiliki motif yang khas dan mirip yang dipakai di sekolah bekas bangunan Belanda pada umumnya. Selanjutnya pintu-pintu, jendela , kusen dan kolom sirkulasi udara yang terbuat dari kayu jati masih dapat kita temui.

Namun untuk bagian plafon kedua ruangan tersebut sudah mengalami renovasi. Lalu untuk dua ruangan berikutnya yakni ruang Tata Usaha (TU) dan ruang Guru. Dari kedua ruangan tersebut yang masih terlihat utuh adalah ruang TU terutama pada bagian lantai ruangan, pintu, kusen dan jendela ruangan. Ruang Guru yang dulu awalnya dipakai ruang kelas sudah banyak mengalami perubahan terutama pada bagian lantai. Selanjutnya bagian plafonnya pun sudah diganti menjadi lebih modern yang tadinya terbuat dari bilik kayu.

Seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya perkembangan pendidikan SMPN 12 mengalami peningkatan jumlah siswa  dan tenaga pengajar serta ruangan kelas. Tahun 2005 dengan tetap memelihara bangunan yang menjadi bangunan cagar budaya (BDB) berdasar Perda Kota Bandung No 19 tahun 2009 tersebut membangun menjadi dua lantai di sebelah Barat . Pembangunan tersebut menjadikan SMP 12 Bandung menjadi sekolah representative untuk mencetak siswa-siswa berprestasi yang bersahabat, peduli, religius, sportif, Tanggung Jawab, Amanah, semangat kebangsaan dan Inovatif (Nugraha .R/PDR).

Alamat: 
SMPN 12 Bandung
Jl. Dr. Setiabudhi No. 195
40153 Bandung Jawa Barat
Indonesia
Daerah: