Taman Hutan Raya Djuanda

 
TAMAN Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura Djuanda) merupakan taman hutan raya pertama di Indonesia dan satu-satunya yang diresmikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Awal berdirinya, tempat ini berstatus Kawasan Hutan Lindung Gunung Pulosari yang diresmikan oleh pemerintah Hindia-Belanda pada 1922. Saat ini, Tahura Djuanda menjadi satu-satunya hutan kota yang tersisa di kawasan Bandung Utara. Sejak diresmikan sebagai Kebun Raya Rekreasi, hutan yang merupakan bagian dari daerah cekungan Bandung ini menjadi salah satu tempat wisata alam favorit.
 
Kawasan Tahura Djuanda memiliki cerita yang sangat panjang, mulai dari zaman prasejarah hingga saat ini. Berbagai peninggalan sejarah yang terdapat di dalamnya membuktikan peran kawasan hutan ini dari masa ke masa. Pengelola Tahura Djuanda kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan areal hutan sebagai “jalur penyangga kehidupan” bagi kesejahteraan masyarakat. Dari segi ekonomi, pemanfaatan beragam pepohonan di Tahura Djuanda dapat menghasilkan berbagai komoditi bernilai ekonomis seperti kayu, rotan, dan damar. Dari aspek ekologis (lingkungan), tahura menjadi habitat beraneka ragam flora dan fauna. Sementara dari sisi sosialnya, keberadaan tahura memiliki nilai keindahan dan kesejukan.
 
Sebagai kawasan pelestarian alam, koleksi terbesar di Tahura Djuanda adalah aneka jenis tanaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Kawasan hutan ini merupakan vegetasi campuran, flora eksotik dari benua Afrika, Amerika, dan Asia tumbuh berdampingan dengan flora dan fauna asli Indonesia. Dalam menjalankan salah satu fungsinya sebagai arboretum (laboratorium alam), saat ini Tahura Djuanda memiliki tak kurang dari 2.000 jenis tumbuhan yang 112 diantaranya berasal dari luar negeri.
 
Selain rusa dan lebah madu, kera ekor panjang merupakan satwa penghuni tahura yang paling populer. Konon, satwa primata terbanyak di Asia Tenggara ini sudah ada sejak awalnya terbentuknya Tahura Djuanda. Kera yang memiliki nama latin Macaca fascicularis ini mudah dijumpai di hutan primer, hutan sekunder, hutan bakau, dan rawa. Tetapi mereka lebih menyukai kehidupan di hutan dekat sungai, danau, garis pantai, dan hutan yang dekat dengan pemukiman manusia. Wajar jika kera penghuni Tahura Djuanda pun tidak takut pada manusia. Mereka justru akan sengaja menampakkan diri jika melihat pengunjung yang datang. Di dalam kawasan Tahura Djuanda, hewan pemakan buah ini banyak terlihat bergelantungan di pohon atau berkeliaran di sekitar Jogging Track (jalan setapak).   
 
Hingga kini, Tahura Djuanda telah berperan sangat besar dalam perjalanan hidup masyarakat Indonesia pada umumnya dan warga Bandung pada khususnya. Sudah menjadi tugas seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan hutan ini agar fungsi-fungsi ekologis, ekonomis, dan estetisnya bisa tetap dioptimalkan untuk kepentingan bersama. (Dok. PR)
 
Alamat: 
Dinas Kehutanan (Balai Tahura) Provinsi Jawa Barat
Dinas Kehutanan (Balai Tahura) Provinsi Jawa Barat
Jln. Komplek Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda No. 99 Dago Pakar
Bandung Jawa Barat
Phone: 0222515895
Fax Number: 0222507891
Indonesia
Daerah: