Bangun Kreativitas Mahasiswa Faber Castell Mengandeng Raditya Dika

BANDUNG (PRINFO) Pertumbuhan media, dan alat berbasis teknologi mendorong perubahan gaya perilaku masyarakat, penggunaan alat tulis mulai tergantikan oleh alat bantu berbasis teknologi. Namun, apakah bentuk dari penggunaan alat tulis akan seluruhnya tergantikan?

Produsen alat tulis dunia, Faber-Castell tetap berusaha dalam mendukung kebutuhan masyarakat untuk tetap bisa berkreasi melalui penggunaan alat tulis. Penggunaan alat tulis menurut penelitian, berhasil meningkatkan sensor motorik dan sensorik, serta meningkatkan daya ingat. Digitalisasi media, disisi lain juga membawa perubahan positif, salah satunya dengan makin terbukanya masyarakat dalam berbagi pemikirannya melalui media sosial. Namun apakah terpikirkan bahwa dengan semakin terbukanya media, dari menulis juga bisa dijadikan sebagai karier?

Pertanyaan itu tampaknya akan tepat bila ditanyakan kepada, blogger, penulis dan juga bintang film Raditya Dika. Faber-Castell bersama Raditya Dika, penulis novel laris manis “ Kambing  ntan”  pada Kamis, 18 September 2013 bertempat di Universitas Islam Bandung (Unisba) mengelar talkshow yang  bertemakan “Kreatif Menulis, Rejeki Tak Akan Habis”.

Dengan pembawaan yang menarik dan humoris, dalam talkshow tersebut Raditya Dika, atau yang akrab dipanggil Dika mencoba berbagi pengalaman menariknya di dalam dunia menulis dan berbagi tips kepada mahasiswa Unisba.

Acara yang sepenuhnya diprakasai dan disponsori oleh Faber-Castell ini mendapatkan antusias yang cukup tinggi dalam setiap pelaksanaannya, setidaknya sudah dilaksanakan 6 kota lainnya pada 2011 hingga 2012 silam.

Raditya Dika mengungkapkan dalam menulis hendaknya didasarkan dari pengalaman pribadi maupun orang lain, seperti pengalaman unik saat pacaran, hobi bahkan pengalaman pahit sekalipun. Raditya Dika juga mengungkapkan menjadi penulis yang baik adalah penulis yang bisa mengungkapkan sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang unik. Raditya juga sempat berbagi pengalamannya saat pertama kali mendistribusikan buku pertamanya yang diawali dengan tantangan dan rintangan, namun tantangan dan rintangan tersebut kini telah berbuah manis.

Sementara itu Product Manager P.T Faber-Castell International Indonesia, Christian mengatakan “Tujuan dari talkshow ini ialah untuk membuka pikiran teman-teman mahasiswa bahwa saat ini dengan bermodalkan menulis kreatif bisa menjadi modal yang sangat besar dan bisa menjadi profesi yang menjanjikan di masa depan. Faber-Castell memandang Raditya Dika merupakan salah satu role model yang bisa dijadikan inspirasi para mahasiswa untuk terus mengeluarkan pendapat dan kreasinya. (Faber Castell/ Donny – PR Info)***