Batik Tulis Eksklusif Modern dan Kekinian

Bandung (PRINFO), BATIK tidak pernah monoton. Meski batik adalah warisan budaya masa lalu, trennya terus berkembang. Banyak motif baru bermunculan dan lebih banyak lagi kreasi desain berbahan kain batik semakin bervariasi dan uptodate mengikuti tren. Itulah yang membuat batik semakin dicintai.

Pada Jumat (18/8/2017) malam, Vivia Gaun­gaun formal hadir dengan meluncurkan karya desain batik perta­ manya melalui label Savi, di Paris van Ja­ va, Jalan Sukajadi Kota Bandung. Karya yang ditampilkan dalam peragaan bu­sana itu memperlihatkan bahwa batik tidak lagi monoton digunakan sebagai kain yang dililitkan sebagai rok ataupun sekadar kemeja.

Keindahan batik tulis yang semuanya menggunakan bahan sutra.

Vivia menampilkan tiga sesi dalam fashion show bertajuk ”Dari Hati” itu. Karya desain pertamanya memperlihat­kan batik­batik berwarna cerah dengan motif yang lebih modern, dengan warna merah, oranye, hijau, dan lainnya. "Saya tetap menampilkan gaya mo­dern dan kekinian meski menggunakan batik tulis dan bahan sutra. Saya ingin menunjukkan eksklusivitas batik yang memang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia dan salah satu kekayaan bangsa Indonesia ini,” tuturnya.

Serasi dengan warna yang segar, siluet yang diperlihatkan pun lebih girly dan berkesan playful. Vivia bermain de­ngan banyak rimpel pada busana ber­ gaya cocktail dress yang ringan dan flowy. Ada pula yang dbuat seperti po­tongan blazer, tetapi kesannya tetap kasual. Tidak lupa tentunya gaya kerah sabrina off shoulder yang memang masih menjadi tren busana kasual saat ini.

Gaun­gaun batik itu menimbulkan ke­san elegan dan glamor karena penggu­naan bahan sutra yang menonjolkan motif­motif batik bernuansa keemasan. Ada yang hadir dengan potongan A line, sebagai outer panjang. Batik itu pun disandingkan serasi de­ngan kebaya modern yang seksi dan glamor.

Di sesi kedua, Vivia bermain dengan dua warna solid, yaitu hitam dan putih. Meski hanya dua warna, batik-­batik itu tidak tampil kuno, namun justru tetap bergaya modern dan kasual. Vivia mem­ perlihatkan bentuk cropped tops.

Di dalam segala suasana, batik me­mang bisa menjadi jawaban untuk tampil dengan gaya yang kita sukai. Ingin yang kasual, modis, formal, dan glamor, berbagai desain batik bisa menjadi pilihannya. Batik tidak lagi monoton dan kolot, tetapi terus berkembang dan berinovasi sehingga semakin dicintai pewarisnya. (Vebertina Manihuruk/”PR”)***

 
Berkisah dalam Tiga Sesi

“DARI Hati” memang cocok sebagai judul yang di­ pilih Vivia Setiawan ketika meluncurkan karya desain batik pertamanya. Keseluruhan karya yang ditampilkan dalam tiga sesi itu ternyata terinspirasi dan dilatarbelakangi oleh kehidupan pribadinya dan bagaimana ia meresponsnya dari lubuk hati terdalam.

Vivia memilih tiga sesi karena ada tiga pengalaman dalam kehidupannya yang sangat memengaruhi hidupnya secara pribadi. Itulah yang dituangkan dalam berbagai karya desainnya. Sesi pertama yang warna­warni memperlihatkan masa kecilnya yang penuh warna. ”Ada pengalaman trauma, yaitu tragedi 1998. Tetapi saya menyikapinya cukup baik sehingga saya bisa tetap merasa warna­warni kehidupan yang cerah. Tragedi itu membuat saya lebih kuat dan lebih berani menyampaikan harapan supaya itu tidak terjadi lagi di Indonesia,” tuturnya.

Pada sesi kedua yang menghadirkan aneka motif batik berwarna hitam putih memang mewakili tahap kehidupan­ nya yang penuh kesedihan. Ia pernah merasakan tengge­lam dalam gelap ketika kehilangan anggota keluarga ter­dekatnya secara mendadak.

Di sesi ke tiga, inspirasi datang dari kehidupan masa ki­ninya dan harapan untuk Indonesia ke depan. ”Saya me­nampilkan eksklusifnya batik, kemahalan yang dimiliki In­donesia. Kita yang mewariskan budaya ini harus semakin bangga dan mencintai batik, sehingga membantu perajin untuk terus berkarya,” ujarnya. (Vebertina Manihuruk/”PR”)***

.