Coca-Cola Amatil Terus Berinvestasi di Indonesia, Membangun Pusat Distribusi Regional Senilai 15 Juta Dollar AS

JAKARTA (PRINFO) Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) meresmikan Pusat Distribusi Regional (Regional Distribution Centre) di Cibitung hari ini, yang merupakan Pusat Distribusi terbesar yang pernah dibangun oleh perusahaan Coca-Cola Amatil di Indonesia. Fasilitas distribusi seluas 32.000 meter persegi ini dapat menyimpan lebih dari 2 juta karton minuman produksi CCAI, seperti minuman berkarbonasi, jus, teh, isotonik, dan air mineral.

Terletak di lokasi serupa dengan Pabrik CCAI di Cibitung, Pusat Distribusi Regional merupakan aset yang sangat penting bagi bisnis Coca-Cola di Indonesia yang terus berkembang, karena kemampuannya untuk menjembatani fasilitas manufaktur dan logistik di area Jawa, serta dilengkapi dengan teknologi canggih Warehouse Management System.

"Fasilitas besar dan modern ini akan semakin meningkatkan daya logistik CCAI di Indonesia. Kapasitasnya dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, menjamin rencana ekspansi kapasitas produksi dan distribusi kami di Indonesia di masa mendatang," ujar Erich Rey, Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia menjelaskan. Pusat Distribusi Regional Cibitung ini adalah salah satu proyek yang telah diselesaikan oleh CCAI di tahun ini. CCAI juga telah membangun

Pusat Distribusi Regional seluas 10,000 meter persegi di Medan senilai 5 juta dolar USD yang telah beroperasi sejak akhir tahun 2012, dan berencana untuk membangun Pusat Distribusi Regional di Semarang yang ditargetkan rampung pada bulan Oktober 2013.

Investasi senilai 15 juta dolar AS ini merupakan bagian dari total belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai155 juta dolar AS yang telah dialokasikan Coca-Cola Amatil di Indonesia sepanjang tahun 2012, yang sebagian besarnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas produksi.

Untuk fasilitasnya di Cibitung sendiri, CCAI telah merealisasikan capex senilai lebih dari 155 juta AS , selama lima tahun ke belakang,

Perusahaan yang berbasis di Australia ini berminat untuk meningkatkan investasi di Indonesia sebanyak hampir setengah miliar dolar selama 3-4 tahun ke depan, yang sebagian besar akan diarahkan untuk infrastruktur, peningkatan kapasitas produksi, serta meningkatkan penyediaan kulkas Coca-Cola di pasar untuk mendukung ekspansi pasar di Indonesia dan membantu meningkatkan penjualan pelanggan.

"Kami sangat optimis dengan masa depan bangsa ini, serta industri dan bisnis kami. Dengan 9 pabrik dan lebih dari 8.000 karyawan lokal yang tersebar di seluruh Indonesia, kami berkomitmen untuk selalu fokus pada tujuan awal kami, yakni membangun bisnis yang berkesinambungan dan mengembangkan masyarakat di mana kami beroperasi," tutup Erich. (Corporate Affairs Bandung Operations/ Donny - PR Info)