Dapur Thailand Sajian Mangga Nan Menggoda

2710.jpg

Sup Tom Yam Seafood
Sup Tom Yam Seafood

Bandung (PRINFO), PADA pertengahan hingga pengujung tahun, mangga menjadi salah satu buah yang paling banyak ditemui. Selain disantap begitu saja setelah dipotong, mangga yang diolah dengan aneka cara juga bisa menggoda selera. Apalagi, jika dipadukan bersama racikan bumbu dan citarasa kuliner Thailand yang khas. Hmm, siapa yang bisa menolak?

BEGITU memasuki sebuah tempat bersantap bernama Dapur Thailand di Jln. Veteran No. 43, Kota Bandung, sayup-sayup alunan musik berbahasa Thailand mulai terdengar. Sesuai namanya, tempat yang dulu bernama "Phuket" ini tentu saja mengkhususkan diri dalam penyajian makanan ala Negeri Gajah Putih yang asam, pedas, dan segar. Sebuah pertanyaan lalu menyeruak. Apakah rasa yang disajikan bisa memuaskan selera pecinta kuliner Thailand yang kini banyak bermunculan?

Karena datang tepat pada waktu makan siang, tak banyak meja kosong yang tersisa. Sebagian besar meja sudah banyak ditempati oleh tamu yang kebanyakan datang dalam jumlah di atas tiga orang. Mereka tampak asyik berbagi hidangan sambil mengobrol.

Setelah menekuni deretan menu, pilihan jatuh pada menu yang (harus) bisa meredakan rasa lapar. Ada ikan gurame goreng salad mangga, nasi goreng nanas, ayam masak daun sereh, dan sapi dalam kelapa. Sup tomyam seafood yang biasanya menjadi signature dish resto Thailand, tentu tak mungkin dilewatkan. Untuk hidangan penutup, ada ketan mangga yang manis dan menyegarkan.

Ikan gurame goreng salad mangga (pia khraph thod yam mak mwang) yang paling pertama disantap. Menu ini disajikan dalam bentuk gurame fillet yang digoreng kering bersama tepung. Bagian atas "dibanjiri" topping salad mangga yang segar dan sedikit asam, lalu disiram saus cabe khas Thailand.

Daging mangga muda yang dipilih berwarna kehijauan, sehingga masih memiliki rasa sedikit asam dan segar. Dikunyah bersama ikan gurame yang renyah, lidah langsung menari kegirangan.

Selain disajikan bersama ikan gurame goreng, Dapur Thailand juga menawarkan menu salad mangga yang tak kalah lezat. Bedanya, seporsi salad mangga dilengkapi dengan teri asin, kacang bubuk, dan taburan kacang tanah.

Menikmati mangga dengan cara lain juga bisa didapatkan ketika menyantap seporsi ketan mangga. Ketan yang gurih dikukus, disajikan bersama potongan daging mangga yang manis, lalu disiram saus putih yang manis dan kental. Tentu saja, ini adalah salah satu hidangan terbaik yang bisa dipilih untuk menuntaskan petualangan kuliner Negeri Siam di Dapur Thailand.

Ala Thailand Selatan

Tak hanya olahan mangga yang ampuh memuaskan lidah, menu lain yang dipesan pun berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik. Nasi putih yang disantap bersama sup tomyam seafood berkuah oranye kemerahan, berhasil memadamkan kelaparan dengan sempurna.

Seperti diketahui, cukup banyak kafe dan resto di Bandung yang menawarkan menu tomyam. Rasanya yang asam, pedas, dan segar mungkin menjadi alasan orang untuk mencari hidangan ini. Namun di Dapur Thailand, Anda akan menemukan citarasa kuah yang lebih pekat. Berbagai rempah-rempah yang digodok menjadi satu, melahirkan rasa lezat yang memuaskan lidah. Istilah yang pas disampirkan perihal rasanya, barangkali adalah "Thailand banget".

"Meski banyak rempah-rempah yang bisa ditemukan di Indonesia, tapi ada beberapa rempah khas Thailand yang langsung didatangkan dari Thailand. Itu sebabnya, sebagian besar rasanya otentik Thailand, dengan sedikit penyesuaian dengan lidah lokal," ucap Manajer Operasional Dapur Thailand Arief Surya, ketika ditemui pada Rabu (11/11/2015). Selain di Jln. Veteran, Dapur Thailand juga bisa ditemukan di Taman Kopo Indah III No. 83, dan Jln. MT Haryono No. 13, Tangerang.

Di Dapur Thailand, tomyam disajikan dengan pengolahan manual, jauh dari kata instan. Isinya cumi, udang, kerang, bakso ikan, dan jamur. "Proses pengolahannya di wajan ekstra besar, persis seperti mengaduk dodol," ujarnya. Tak heran, rasa kuah yang keluar lebih legit dan "nendang" di perut. Seporsi sup tomyam bisa disantap untuk dua hingga empat orang.

Selain tomyam seafood, pengunjung juga bisa memilih varian lain. Sebut saja tomyam tahu daging sapi, tomyam khai khai, tomyam ayam, tomyam udang, dan tomyam ikan gurame.

Arief menyebutkan, kiblat citarasa Dapur Thailand adalah adaptasi dari kuliner Thailand Selatan, yang sedikit banyak memiliki kemiripan dengan citarasa Melayu. Mungkin itu pula sebabnya, rasanya dapat dengan lebih mudah diterima oleh pecinta kuliner di tanah air.

Seporsi ayam masak daun sereh juga bisa menjadi rekomendasi yang lezat. Di sini, ayam fillet dimasak dengan bumbu khas Thailand dan potongan daun sereh. Rasanya pedas dan manis, dengan aroma sereh yang kuat.

Ada pula sapi dalam kelapa yang tak kalah lezat. Potongan daging sapi yang diolah bersama saus Thailand, menimbulkan citarasa manis, asam, dan pedas. Nama sapi dalam kelapa yang dimaksud bukan berarti dimasak bersama santan atau kelapa, melainkan dalam arti yang sebenarnya. Menu ini disajikan di dalam batok kelapa. Karena itu, meski sudah lebih dari sepuluh menit belum tersentuh, suhunya tetap hangat akibat terjaga daging dan kulit kelapa.

Selain menu-menu tersebut, pengunjung juga bisa memilih menu khas Thailand lain seperti sayuran yang dihidangkan di atas piring panas, aneka mie Thailand, aneka hidangan penutup ala Thailand, dan puluhan jenis minuman. Jangan lupa, ada aneka Thai Tea otentik yang menyegarkan lidah.

Ah iya, jika sedang ingin mencoba varian nasi lain selain nasi putih, menu nasi goreng nanas rasanya sayang dilewatkan. Nasi goreng khas Thailand ini disajikan dengan rasa yang tidak pedas, gurih, serta menggunakan potongan nanas dan topping abon sapi.

Menariknya, seporsi nasi goreng nanas disajikan di dalam buah nanas segar. Bisa dibayangkan, rasa asam segar nanas yang meresap ke dalam uap nasi goreng yang diletakkan di dalamnya, saat baru saja matang dari penggorengan.

Setelah menyantap hidangan yang disajikan, tak ada kalimat lain yang bisa diucapkan, selain ini, tak perlu jauh-jauh ke Thailand untuk menikmati deretan menu Negeri Gajah Putih yang memuaskan lidah. (Endah Asih/"PR")***