Drunken Molen

(PRINFO), Buku ini merupakan kumpulan cerita karya H. Pidi Baiq, seniman yang punya banyak kelebihan. Sebelumnya penulis sudah menerbitkan buku humor berjudul Drunken Monster, Drunken Mama, dll. Pidi Baiqi dikenal sebagai penulis yang”nyeleneh”, semaunya dan terkadang susah dipahami namun memiliki makna yang mendalam.

Dalam buku ini dikisahkan kelucuan dan kegilaan seorang H Pidi Baiq dalam menjalani kesehariannya. Seperti yang dikisahkan dalam buku ini bagaimana Pak Haji Pidi mengadakan syukuran buat kesuksesan anaknya yang baru saja tamat memainkan game Playstation Naruto, syukuran seperti lazimnya syukuran sunatan atau syukuran pernikahan lengkap dengan membawa rombongan masjid ke rumah untuk makan tumpeng. Lalu ada cerita Pak Pidi yang mentraktir semua ibu-ibu di kantin sekolah anaknya untuk makan pisang molen, gratis! Dan sehabis mentraktir dengan polosnya Pak Pidi bilang duit di dompetnya semua sudah menjadi daun! Ibu-ibu jadi kaget semua. Adalagi dalam potongan cerita “Sales Badminton”, bagaimana Pidi “mengerjai” sales pengharum ruangan yang datang ke rumahnya dengan menghidangi si sales beraneka macam makanan dan buah-buahan lalu diajak serta main badminton di jalan depan rumah dengan piring kaleng sebagai raketnya. Siang hari pula. Keisengan Pak Pidi juga mengerjai pengamen keliling yang mampir ke rumahnya saat dia sedang beres-beres halaman dengan berlagak menjadi patung dan membuat si pengamen bingung bukan main, pura-pura bisu saat ada tamu yang menanyakan istrinya, mengajak foto bersama dengan tukang penjual tangga bambu ke studio foto, berjualan surabi dengan terlebih dahulu “mengkudeta” penjual sebenarnya, atau memanggil orang Kuba dengan sebutan Pak Haji dan Bu Hajah, dan mencari belut saat ia sedang berada di Amsterdam.

Disajikan dalam bentuk cerita pendek penuh humor, membaca buku ini membutuhkan energy lebih agar bisa memahami dan mengerti maksud yang ingin disampaikan penulis. (Nia K. Suryanegara. Pusat Data dan Riset)