Filsafat Komunikasi Orang Melayu

KOMUNIKASI disadari oleh setiap kelompok masyarakat di jagad , termasuk komunitas Melayu, sebagai instrument terpenting dalam membangun hubungan, memelihara harmoni social dan menjaga kelangsungan hidup bersama diantara mereka. Tidak ada masyarakat tanpa komunikasi karena hadirnya kehidupan bersama mensyaratkan adanya hubungan satu dengan yang lain diikat oleh komunikasi. Dalam khazanah pemikiran orang Melayu, komunikasi tampaknya menjadi sendi dalam membangun kehidupan bersama. Orang Melayu lebih suka mendahulukan cara komunikasi dalam mengembangkan hidup dan menangani beragam masalah daripada cara kekerasan yang dianggap tidak cerdas dan tidak beradab. Cara berpikir semacam ini tampak nyata dalam beragam kearifan lokal masyarakat Melayu yang terepresentasikan dalam berbagai peribahasa dan ungkapan.

Buku ini memaparkan model, konsepsi dan cara pandang orang Melayu tentang komunikasi berdasarkan nilai-nilai kemelayuan. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis paremiologis yakni sebuah metode ilmiah untuk mengeksplorasi nilai-nilai atau system keyakina masyarakat yang tercermin dalam ungkapan/peribahasa yang dimiliki masyarakat tersebut. Bertolak dari peri bahasa dan ungkapan Melayu yang ada, kita akan menemukan cara pandang orang Melayu tentang komunikasi. Bagi mereka, komunikasi bukanlah perkara sambil lalu, ia harus 'dirasai' dan 'dipikiri' Orang Melayu memandang komunikasi bermula dari hati yang dianggap sebagai pusat pe rasa an, pengertian, dan moralitas. Dengan bertolak dari hati, komunikasi dlpandang menjadi arena kerja sama yang memungkinkan setiap orang memperoleh kepuasaan, manfaat, serta penguatan hubungan antarpribadi.

Disajikan dengan jelas, lengkap dan sistematis, buku ini penting dibaca guna menggugah kesadaran masyarakat Melayu tentang nilai-nilai dan norma-norma komunikasi asli Melayu yang mulai diabaikan masyarakat Melayu sendiri khususnya generasi muda. (Nia. K. Suryanegara/PR)