Genjot Data, XL Siapkan 3 Miliar Dolar AS

PR-Info - Menggenjot layanan data, PT XL Axiata, Tbk. (XL) menyiapkan investasi 3 miliar dolar AS untuk tiga tahun ke depan. Tahun ini XL mengalokasikan investasi sebesar 900 juta dolar AS, naik 38,46% dibandingkan realisasi investasi 2011 yang mencapai 650 juta dolar AS.

Demikian diungkapkan Vice President XL Central Region, Kencono Wibowo, pada peluncuran kartu perdana XL KL1K di Paris Van Java Mall, Jln. Sukajadi, Bandung, Selasa (14/2/12). Menurut dia, sepanjang 2011 lalu XL membangun 6.000 base transceiver station (BTS) di seluruh Indonesia.

“Pada 2012-2014 ini sudah dialokasikan sebesar 3 miliar dolar AS untuk membangun jaringan 3G dan penambahan kapasitas,” ujarnya.

Untuk Central Region (Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta), menurut dia, ditargetkan akan ada penambahan 1.000 BTS sepanjang tahun ini. “Realisasinya bisa berubah, tergantung kebutuhan. Yang pasti, saat ini coverage Central Region sudah lebih dari 90% dan isunya tinggal penambahan kapasitas,” tuturnya.

Investasi tersebut, menurut Kencono, sangat diperlukan untuk menyongsong era data. Walaupun revenue layanan data jauh lebih rendah dibandingkan SMS dan suara, namun menurut Kencono peralihan ke bisnis data tidak bisa dihindari, seiring dengan masuknya layanan SMS dan suara ke masa saturasi.

“Tarif data dan SMS sebenarnya tidak seimbang. Akan tetapi, mau tidak mau operator harus masuk ke sana jika ingin bertahan. Di sinilah pentingnya operator aktif mendorong trafik data yang sejauh ini adopsinya di Indonesia masih relatif rendah,” ujarnya.

Salah satu langkah yang dilakukan XL untuk menggenjot data, menurut dia, adalah dengan dirilisnya kartu perdana KL1K. Melalui peluncuran kartu tersebut dalam tiga bulan ke depan, pengguna data XL Central Region ditargetkan tumbuh sebesar 18%.

“Target penjualan kartu perdana sendiri sebesar 30% dari jumlah pelanggan eksisting XL Central Region,” tuturnya.

Saat ini, menurut dia, jumlah pelanggan XL Central Region mencapai 13,42 juta nomor terdaftar. “Dari jumlah tersebut 9,5 juta diantaranya aware dengan internet. Pelanggan yang pernah menggunakan data sebanyak 7,2 juta. Akan tetapi, yang aktif menggunakan data masih di bawah 1 juta atau kurang dari 10%,” kata Kencono.

Lebih jauh, lanjut Kencono, keberadaan kartu perdana dan sejumlah program XL tahun ini, diproyeksikan untuk bisa mempertahankan ARPU (average revenue per user/ jumlah pemakaian pulsa rata-rata per bulan) pada kisaran Rp 31.000.

“Setiap tahunnya ARPU terus turun. Pada 2010 ARPU masih Rp 32.000 per bulan. Tahun lalu Rp 31.000. Tahun ini targetnya sama seperti tahun lalu,” tutur Kencono. (adv./A-150)***