Jakarta Fair di Mata Para Musisi Tanah Air

Jakarta (PRINFO), Jakarta Fair Kemayoran dari tahun ke tahun hadir sebagai bentuk perayaan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta. Dari tahun ke tahun, ajang ini mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Di tahun ini Jakarta Fair menjadi terasa spesial karena menjadi gelaran yang ke-50. Sejak dibuka pada 8 Juni lalu, antusias masyarakat tak pernah surut untuk meramaikan ajang pameran terbesar dan terlama se-Asia Tenggara ini hingga hari-hari terakhir.

Kesan yang hadir pun tidak hanya datang dari para pengunjung, tapi juga dari para musisi tanah air yang tahun ini berkesempatan menjadi pengisi acara. Beberapa di antaranya memang sudah tidak asing dengan Jakarta Fair karena di tahun-tahun sebelumnya juga didapuk sebagai bintang tamu. Namun tentu saja tahun ini terasa berbeda dan dianggap lebih meriah seperti yang diutarakan oleh SLANK.

Bimbim sang penggebuk drum menyebut Jakarta Fair sudah ada sejak dirinya masih kecil. Grup musik ini pun bukan sekali dua kali datang meramaikan panggung utama untuk menghibur sehingga sudah paham dengan atmosfer pengunjung yang begitu antusias. Ia terkesan karena yang hadir bukan hanya warga Jakarta tapi juga dari luar daerah.

“Jakarta Fair ini ajang tahunan, pesta orang Jakarta. Biasanya selalu di bulan libur kan, jadi dari Sabang sampai Merauke datang ke sini,” ujar Bimbim SLANK.

Grup musik lainnya, GIGI bahkan menjadikan Jakarta Fair sebagai ajang reuni dengan para mantan personel. Maka pada kesempatannya tampil GIGI muncul dengan tiga drummer, dua bassist, dua gitaris, dan satu vokalis. Sebagai musisi, GIGI senang karena sound yang disediakan sangat berkualitas sehingga membuat mereka menikmati penampilannya. Di samping itu, mereka menyebut Jakarta Fair pasti menyenangkan bagi pengunjung.

“Ini trading yang bagus buat orang. Banyak orang pengen nonton hiburan tuh dengan budget yang low tapi bisa dapat banyak di sini kan. Mereka kan bukan hanya nonton band, mungkin juga belanja atau apa gitu buat kebutuhan,” ujar bassist GIGI, Thomas.

Sementara bagi rapper muda Young Lex, tahun ini merupakan kali pertama ia diundang untuk mengisi panggung utama. Sebagai warga Jakarta ia menyebut Jakarta Fair sudah menjadi seperti budaya yang ditunggu-tunggu. Menurutnya Jakarta akan terasa kosong jika tidak diadakan ajang seperti ini. Ia berharap agar Jakarta Fair terus bertahan dan hadir tiap tahun.

“Gimana pun konsepnya yang penting harus tiap tahun karena orang pasti bakal nungguin. Semoga terus bikin sampai lima ratus tahun, sampai lima ribu tahun,” ujarnya semangat.

(Tisha)