Lomba Poster Dan Lomba Menulis Artikel Anti Hoax Se-Indonesia

Yogyakarta (PRINFO), Bisa dikatakan bahwa dewasa ini informasi dan berita Hoax banyak sekali beredar di masyarakat, bahkan dapat memberikan ancaman bagi keutuhan NKRI. Media Sosial menjadi tempat penyebaran Hoax yang paling sering digunakan. Anak Sekolah menjadi sasaran empuk penyebaran Hoax, hal ini dikarenakan anak-anak akan merasa hebat bila bisa menjadi yang pertama dalam menyebarkan berita heboh.

Kondisi inilah yang melatar belakangi PGRI Jawa Tengah dan Marimas mengadakan Lomba Menulis Artikel Anti Hoax Sang Pendidik dan Lomba Poster Anti Hoax. Sosialisasi Lomba untuk area Semarang telah digelar di SMAN 5, Semarang, Kamis (28/9/2017), mengundang perwakilan Guru dan Pelajar se-Kota Semarang.

Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Provinsi, Dinas Pendidikan dan Kebudayan, Kanwil Kementerian Agama, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jawa Tengah dan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia).

Merebutkan Total Hadiah 50 Juta Rupiah.

Pemenang 1, 2 dan 3 dalam Lomba Menulis Anti Hoax akan mendapatkan Piala Gubernur yang akan diserahkan langsung oleh Bp. Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah pada acara Resepsi HUT PGRI ke 72. Batas pengumpulan artikel dan poster hingga Jumat, 10 November 2017.

Dr. Muhdi, S.H., M.Hum. dari PGRI Jateng menyampaikan bahwa Hoax adalah masalah serius maka guru pun juga harus berupaya untuk melawan Hoax. Lomba ini juga dapat mengasah kompetensi Guru dalam hal menulis serta mengasah kreatifitas murid dalam membuat poster.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng yang diwakilkan oleh Dr Ernest Ceti Septyanti. SE, M.S berharap perkembangan teknologi dan internet yang terjadi saat ini dapat dimanfaatkan dengan tepat untuk pengembangan diri.

Harjanto Halim CEO Marimas menambahkan bahwa betapa Guru merupakan bagian penting dari suatu negara. Istilah Ing Ngarso Sung Tulodo, Guru itu harus bisa menjadi teladan dan memberikan inspirasi kepada anak didiknya. Beliau juga menyampaikan bahwa ketika mendapatkan berita dipilah terlebih dahulu. Ada 3 syarat yaitu apakah berita ini benar, apakah ini baik dan apakah ini bermanfaat. Apabila tidak masuk kategori ketiganya sebaiknya dibuang saja. Saring before sharing.

Dengan adanya Lomba Anti Hoax ini, diharapkan Sekolah, Guru dan Siswa menanamkan nilai kejujuran, tidak menjadi pembuat dan penyebar berita hoax serta dapat menangkal berita hoax.

Informasi lomba lebih lanjut dapat dilihat di web www.pgri-jateng.info dan www.marimas.com/antihoax .

(RLS/Billy)