Milad 17 Tahun NRA Tour & Travel Berangkatkan Lebih dari 2500 Jamaah Umroh

Menyambut Milad ke-17, NRA Tour & Travel mengadakan Program Umroh Promo Milad ke-17. Lebih dari 2500 jamaah ikut serta dalam program tersebut yang menawarkan harga khusus, untuk keberangkatan tanggal 11, 12, 13, 15, dan 16 April 2017.  Demikian dikemukakan President Director NRA Group, Hj. Irmawati, SE.

Keberadaan paket Umroh Milad ini juga menarik salah satu jamaah.  "Saya mencari paket umroh yang bisa memberikan keleluasaan waktu saat di Mekah, dan itu bisa diberikan oleh NRA Tour & Travel.  Apalagi harga yang ditawarkan pun terbilang murah. Akhirnya saya memutuskan untuk ikut paket Umroh Milad ini," ujar Fauziah (35), Jamaah asal Jakarta.

Salah satu paket yang ditawarkan adalah paket umrah reguler selama 9 hari. Para jamaah diajak mengikuti program yang telah ditetapkan. Hari pertama, berangkat pukul 11.50 WIB, akhirnya rombongan tiba di Jeddah sekitar pukul 19.00 waktu setempat atau sekitar pukul 23.00 waktu Indonesia.  Perjalanan dari Indonesia relatif lancar tanpa kendala berarti.  

Perjalanan pun berlanjut ke Madinah dengan menggunakan bis.  Panjangnya waktu terbang apalagi dengan adanya perbedaan sekitar 4 jam antara Indonesia dan Arab Saudi, maka perjalanan darat dari Jeddah menuju Madinah ini pun dimanfaatkan para jamaah untuk tidur dan beristirahat.

Setibanya di Madinah, seluruh jamaah beristirahat di hotel-hotel yang tersebar di sekitar Masjid Nabawi, masjid yang awalnya bekas rumah Nabi Muhammad setelah hijrah ke Madinah pada 622 M.  Dekatnya jarak antara hotel dan masjid, membuat kumandang Adzan Shubuh jelas terdengar dan mampu mengundang para jamaah untuk melupakan rasa lelah serta melangkahkan kaki ke Masjid Nabawi dan melaksanakan Shalat Shubuh berjamaah.

Hari kedua, jamaah bisa beristirahat dan memanfaatkan waktu untuk menikmati suasana Kota Madinah.  Selepas Isya, jamaah dikumpulkan untuk beribadah di Rawdah.  Rawdah adalah area di sekitar mimbar Masjidil Nabawi yang dulunya biasa digunakan oleh Rasulullah saw untuk berkhutbah. Saat ini area tersebut dijadikan Makam Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya yaitu, Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab.

Area ini memiliki kemuliaan dan keutamaan, yang disebut juga sebagai taman surga. Hal ini menjadikan shalat yang dilakukan di sana berpahala banyak.  Lokasinya yang bersebelahan dengan makam Nabi Muhammad SAW, menjadikan Rawdah jadi tempat yang mustajab untuk berdoa. Tak heran, para peziarah berdesak-desakan untuk bisa mendekati area terdekat dengan makam Rasulullah SAW.

Hari ketiga, jamaah menjalankan shalat sunat 2 rakaat di Masjid Quba. Masjid ini menjadi masjid yang pertama dibangun oleh Rasulullah SAW. dengan arsitektur sederhana dan membumi, masjid ini berdiri kokoh menawarkan suasana yang tenang. Masjid Quba memiliki keutamaan pahala yang sama seperti ibadah umrah jika kita melakukan shalat sunat di dalamnya.  

Perjalanan pun berlanjut melewati Jabal Uhud dan berakhir di Perkebunan Kurma.  Jabal Uhud merupakan saksi bisu terjadinya Pertempuran Uhud.  Perang antara umat Islam yang berjumlah 700 orang dan kaum kafir quraisy yang berjumlah 3 ribu orang pada tahun 625 Masehi. Banyak pejuang Islam terbunuh dan mati syahid. Salah satunya adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, paman dan saudara sepersusuan Rasulullah SAW yang dimakamkan di kaki gunung bagian selatan.

Hari berikutnya, jamaah menjalankan shalat sunat 2 rakaat di Masjid Quba. Masjid ini menjadi masjid yang pertama dibangun oleh Rasulullah SAW. dengan arsitektur sederhana dan membumi, masjid ini berdiri kokoh menawarkan suasana yang tenang. Masjid Quba memiliki keutamaan pahala yang sama seperti ibadah umrah jika kita melakukan shalat sunat di dalamnya.  

Perjalanan pun berlanjut melewati Jabal Uhud dan berakhir di Perkebunan Kurma.  Jabal Uhud merupakan saksi bisu terjadinya Pertempuran Uhud.  Perang antara umat Islam yang berjumlah 700 orang dan kaum kafir quraisy yang berjumlah 3 ribu orang pada tahun 625 Masehi. Banyak pejuang Islam terbunuh dan mati syahid. Salah satunya adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, paman dan saudara sepersusuan Rasulullah SAW yang dimakamkan di kaki gunung bagian selatan.

Hari berikutnya, jamaah pun mulai melanjutkan perjalanan menuju Kota Mekah untuk memulai ibadah umrah. Di tengah perjalanan, jamaah mengambil Miqot dan shalat sunat di Masjid Bir Ali.  Setibanya di Mekah, jamaah pun berjalan kaki dari hotel ke Masjidil Haram yang merupakan masjid tersuci bagi umat Islam. Masjid ini dibangun mengelilingi Kabah, yang menjadi acuan arah kala umat Islam menjalankan ibadah shalat.  

Betapa banyak umat muslim berkumpul di masjid suci itu, yang mampu menampung hingga 1 juta jamaah. Bahkan jika renovasi rampung, diprediksi akan mampu menampung hingga 2 juta lebih jamaah.  Jamaah pun bersama-sama menjalankan ibadah Tawaf mengelilingi Kabah sebanyak 7 putaran. Lalu dilanjutkan perjalanan mengitari Safa dan Marwah sebanyak 7 kali.  Dengan selesainya Tawaf dan Sai, ibadah umrah pun dilanjutkan dengan Tahalul atau memotong 3 lembar rambut atau lebih. Jika Tahalul telah selesai dilakukan, maka ibadah umroh pun rampung.

Hari berikutnya, jamaah mengunjungi Jabal Tsur.  Perjalanan di Kota Mekah tidak lengkap jika tidak mengunjungi Jabal Tsur, salah satu tempat yang menunjukkan kuasa Allah SWT.  Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersembunyi di dalam Gua Tsur dari kejaran kaum Quraisy yang ingin membunuh beliau. Bersama dengan sahabatnya, Abu Bakar Shiddiq, Rasulullah SAW bersembunyi di Gua Tsur hingga tiga hari lamanya.  Berkat pertolongan Allah, di mulut gua bersarang laba-laba dan menutupinya dengan jaring-jaring tebal. Rasulullah SAW pun selamat, dan akhirnya berangkat menuju Madinah. Hal ini menandai awal hijrah Rasulullah SAW dari Makkah Al Mukarraomah ke Madinah Al Munawwaroh.

Setelah dari Jabal Tsur, jamaah melanjutkan perjalanan melewati Padang Arafah, dan tiba di Jabal Rahmah atau disebut juga Jabal Kasih Sayang. Jabal Rahmah merupakan tempat bertemunya Nabi Adam as dengan Siti Hawa setelah terpisah sekian lama setelah diturunkan ke bumi.  Tempat pertemuannya dicirikan dengan adanya monumen putih di puncak bukit bebatuan besar.

Tak jauh dari Jabal Tsur, terlihat Mudzdalifah dan kemudian Mina. Muzdalifah merupakan daerah terbuka di antara Mekah dan Mina sebagai tempat singgah jamaah haji setelah bertolak dari Arafah.  Di Muzdalifah jamaah haji mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melempar jumrah di Mina. Tak lama, perjalanan pun melewati Mina atau kota tenda.  Dari kejauhan, kita bisa melihat tenda-tenda putih untuk jutaan jamaah haji seluruh dunia. Tenda-tenda itu tetap berdiri meski musim haji tidak berlangsung.

Seusai perjalanan, jamaah pun beristirahat untuk bersiap kembali ke Indonesia.  Ibadah telah dijalankan. Tak hanya itu, kunjungan-kunjungan ke berbagai tempat bersejarah semakin memperkuat pengetahuan akan sejarah Islam dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Seperti diungkapkan Jemaah asal Samarinda, Nalkis (52), "Saya melakukan perjalanan umrah ini dengan niat ibadah. Atas niat itu, yang pertama saya lakukan adalah mencari biro perjalanan yang sesuai dengan harapan saya. Akhirnya saya memilih melakukan perjalanan dengan NRA Tour & Travel karena sebelumnya orangtua saya berangkat haji dengan biro tersebut. Selain itu, setelah berkonsultasi dengan teman yang telah sering melakukan ibadah umrah, saya juga diberikan masukan untuk menghubungi NRA Tour & Travel. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, hingga akhirnya saya menjejakkan kaki di Jeddah, Madinah, dan Mekah serta bisa melihat Kabah serta tempat-tempat lainnya. Hal ini menambah pengetahuan saya dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujarnya.

Perjalanan pun berakhir di hari ke-8 untuk akhirnya terbang kembali ke Indonesia.  Dengan keberangkatan pukul 19.30 waktu setempat, jamaah pun tiba di Jakarta keesokan hari sekitar pukul 10.00 WIB.

Syukuran milad

Di sela-sela perjalanan umrah, NRA Tour & Travel menggelar acara syukuran pada Senin (17/04/2017), di Kota Mekkah, Arab Saudi.  Saat acara berlangsung, turut dibagikan 17 paket umroh gratis bagi 17 jamaah dan 17 tiket umroh.

Syukuran ini juga sekaligus menjadi bukti keberhasilan kinerja yang Insya Allah mampu mencapai target 30 ribu jamaah di tahun ini. Hal ini jadi gambaran besarnya perkembangan yang dialami NRA Tour & Travel. Dari tahun 2001 hingga sekarang, NRA Tour & Travel telah memberangkatkan lebih dari 100 ribu jamaah.

"Tanpa dukungan dan kepercayaan para jamaah yang diberikan kepada kami, mustahil kami bisa bertahan hingga saat ini. Ungkapan kata Tak Ada Gading Yang Tak Retak dan Kesempurnaan Hanya Milik Allah SWT, menyadarkan kami bahwa apa yang telah dicapai saat ini masih jauh dari kesempurnaan," papar Hj. Irmawati, SE, President Director NRA Group.

Seiring perkembangannya, NRA Tour & Travel juga terus melakukan inovasi, khususnya di Bidang Manajemen Pemasaran dan Manajemen Operasi melalui penggunaan sistem aplikasi berbasis online dan penerapan pelaksanaan Standar Operasi dan Prosedur yang ketat. Kerjasama dengan beberapa bank juga telah dijalankan, seperti Bank Syariah Mandiri dan Bank BNI Syariah untuk kemudahan pembiayaan dan persyaratan pembayaran yang diperlukan jamaah.

Selain itu, bagian dari rangkaian Milad NRA ke-17 ini, NRA Tour & Travel juga menyelenggarakan program CSR "Umroh Gratis" bagi 17 warga di Provinsi Sulawesi Selatan yang berjasa dalam bidang pendidikan dan kemanusiaan. (TSK)***