Penelitian Tindakan

(PRINFO), Penelitian tindakan , terutama penelitian tindakan partisipatori atau emansipatori pada mulanya populer dan banyak digunakan oleh para aktivis gerakan social untuk pemberdayaan petani, buruh dan kaum marjinal lainnya. Kemudian penelitian tindakan kelas popular di kalangan pendidik. Selanjutnya semua jenis penelitian tindakan semakin banyak oleh para akademisi. Sesungguhnya penggunaan semua jenis penelitian lebih baik daripada hanya berkutat dengan satu atau dua jenis penelitian, sebab hakikatnya semua jenis penelitian memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu perlu sepenuhnya disadari bahwa pemilihan jenis penelitian untuk digunakan tidak dapat didasarkan pada kelebihan tiap jenis penelitian, tetapi didasarkan pada tujuan dan masalah penelitian.

Buku ini merupakan olahan pengalaman mempraktikan penelitian tindakan dan kajian penulis khusus untuk kaum marjinal di DKI Jakarta. Dijelaskan dalam buku ini jika hendak memahami secara mendalam, menggali pemahaman tentang proses, mencaritemukan pola-pola, maka penelitian kualitatif merupakan pilihan utama. Andai ingin melakukan inovasi, mencaridapatkan temuan-temuan baru, pilihan terbaik adalah research development atau penelitian dan pengembangan. Jika mau melakukan pemberdayaan, perubahan menuju penigkatan dan perbaikan, pilihan paling tepat adalah penelitian tindakan. Jika bermaksud melakukan sekaligus dua tujuan, seperti menjelaskan dan memahami secara mendalam atau memahami secara mendalam dan melakukan perubahan atau pemberdayaan, gunakanlah penelitian campur sari (mix methods). Dengan demikian menjadi jelas kedudukand an fungsi masing-masing jenis penelitian.

Disajikan dengan pendekatan praktis, pemaparan dalam buku ini tetap menampilkan sejumlah kajian akademik sebagai dasar teori bagi peneliti tindakan dan proses pelaksanaannya. Oleh karenanya buku ini penting dibaca para mahasiswa, peneliti, penggiat perubahan masyarakat dan masyarakat umum. (Nia K. Suryanegara. Pusat Data dan Riset)