Rezim Baru ASEAN : Memahami Rantai Pasokan dan Masyarakat Ekonomi ASEAN

(PRINFO), Regionalism telah menjadi fitur yang menonjol dari system perdagangan global dalam beberapa tahun belakangan ini. Fenomena pembentukan kerjasama regional bidang ekonomi dan perdagangan melalui pembangungan blok-blok perdagangan di berbagai kawasan (Uni Eropa, APEC, NAFTA, CACM, dan MERCOSUR) berkembang dengan pesat dan telah menjadi tren dalam hubungan internasional. Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) merupakans alah satu bentukintegrasi ekonomi regional yang dibangun melalui penciptaan pasar tunggal dan basis produksi untuk mendorong ASEAN menjadi kawasan yang kompetitip bagi lalulintas barang, jasa dan modal agar dapat terhubungn penuh ke dalam rantai pasokan global ( global supply chain).

Buku ini berisi uraian mengenai isu rantai pasokan yang merupakan inti (core) dari integrasi ekonomi pada tingkat regional. Dijelaskan dalam buku ini bahwa rantai pasokan dan regionalism memiliki keterkaitan erat satu sama lain. Reionalisme merupakan jalur utama bagi terjadinya rantai pasokan. Ini memungkinkan karena jalur multilateral melalui WTO masih berfokus pada isu-isu perdagangan abad ke 20. Sementara regionalism memfasilitasi terjadinya perdagangan abad ke 21. Perdagangan abad ke 21 sangat jauh berbeda dengan perdagangan abad ke 20 yaitu dari “perdagangan barang-barang )trade in goods) menjadi perdangan tugas-tugas” (trade in task) . dalam trade in task berbagai Negara berspesialisasi pada tugas-tugas tertentu dari proses produksi yang terintegrasi erat ke dalam koordinasi bisnis yang lebih tinggi, sehingga membentuk rantai nilai, yang menciptakan nilai- kegiatan-kegiatan nilai tambah, mulai dari konsepsinya hingga ke manufaktur dan komersialisasinya.

Disajikan dengan jelas, lengkap dan sistematis, buku ini penting dibaca para praktisi, akademisi, pengambil keputusan, elit pemerintahan maupun khalayak umum yang ingin menyelamatkan ekonomi kita dari serbuan bangsa lain. (Nia K. Suryanegara. Pusat Data dan Riset)