Tips Memilih Sepeda Gunung Sesuai Fungsi

Sepeda beberapa tahun terakhir ini menjadi sangat popular, hampir setiap akhir pekan beberapa wilayah di Kota Bandung seperti Warung Bandrek Dago dan Lembang menjadi penuh dipadati para pengendara sepeda, banyak diantara mereka yang sudah menjadikan sepeda menjadi suatu Hobby dan sebagian masih sekedar ikut-ikutan.

 

Memilih sepeda gunung tak sekedar dari melihat bentuk, tapi sebenarnya yang pertama kita lakukan adalah melihat fungsi dan jenis sepeda tersebut . Kadang banyak orang awam memilih sepeda hanya dengan melihat model atau bentuknya, sehingga ketika dipakai sepeda tersebut tidak sesuai dengan lintasan yang dilalui.

 

Jika Anda merakit sepeda perhatikan pula jenis frame yang Anda beli harus sesuai dengan fork yang akan dipasangkan, setiap frame memiliki rujukan travel fork yang sesuai dengan jenis frame tersebut, jadi frame XC tidak diperuntukan untuk travel fork yang terlalu tinggi, juga frame downhill tidak untuk fork travel pendek.

 

Fungsi dan jenis sepeda mengikuti track lintasan yang akan kita lalui dengan sepeda tersebut, maka sepeda gunung dibagi menjadi beberapa type :

 

Cross Country (XC)

Jenis sepeda ini paling popular di masyarakat, Sepeda ini dirancang untuk jalur dengan rintangan minim yang tidak cukup berat, biasanya digunakan untuk melewati trek yang bervariasi seperti tanjakan, turunan, maupun di jalan raya. ada dua type Hardtail atau hanya bersuspensi depan dan Softail yang menggunakan suspensi depan dan belakang, biasanya travel fork depan sekitar 80 mm – 100mm dan travel suspense belakang (rear shock ) sekitar 4 inch. Trail Sepeda ini merupakan sepeda cross country tetapi menggunakan sistem suspensi yang lebih tinggi dari sepeda xc biasa sehingga bisa mengatasi rintangan dan lintasan yang lebih sulit. biasanya travel fork depan sekitar 120 mm – 140mm dan travel suspensi belakang (rear shock ) sekitar 4 - 5 inch.

 

All mountain (AM)

Biasa disebut juga Enduro, dirancang untuk melintasi alam atau track yang cukup berat yang berupa tanjakan atau turunan, medan berbatu, berlumpur, atau trek tanah kering, biasanya travel fork depan sekitar 150 mm – 160mm, bahkan ada pabrikan sepeda yang memasukan travel fork 170 untuk type ini, dan travel suspensi belakang (rear shock ) sekitar 5 - 6 inch.

 

Freeride (FR)

Sepeda ini dirancang untuk menghadapi lompatan tinggi dan turunan, namun dirancang agar lebih mudah untuk diboseh, memiliki bobot yang berat sehingga tidak selincah sepeda AM, biasanya travel fork depan sekitar 180 mm – 200mm, dan travel suspensi belakang (rear shock ) sekitar 6 - 7 inch.

 

Downhill (DH)

Sepeda ini dirancang bukan untuk menanjak hanya untuk track turunan dengan cepat dan nyaman, bobot sepeda cukup berat sehingga sepeda ini bisa kuat dan kencang untuk melalui semua turunan mengikuti gravitasi bumi. travel fork depan sekitar 200mm, dan travel suspensi belakang (rear shock ) sekitar 8 inch.

 

Dirtjump (DJ) : Sepeda ini digunakan untuk lompatan, jenis ini fungsinya sama dengan BMX tetapi memakai roda diameter besar dan memiliki fork depan. Travel fork depan 100mm. Touring Sepeda ini sangat popular akhir-akhir ini, memiliki geometri batang yang berbeda, sehingga nyaman dipakai bersepeda berjam-jam dan jarak jauh, memiliki rak untuk panier (tas untuk barang), menggunakan spakbor, dan menggunakan rigid fork. Jadi jangan salah lagi untuk memilih sepeda, tentukan pilihanmu sesuai dengan track dan lintasan yang akan Anda lalui,jadi jangan salah pilih frame atau fork. (epaper)