Univeritas BSI & Polda Jawa Barat mengelar Seminar Cyber Law Tangkal Berita Hoax

BANDUNG (PR INFO) Belakangan ini pemerintah sedang gencar memerangi penyebaran berita palsu atau Hoax melalui media sosial yang sudak tak terkendali. Univeritas BSI Bandung (UBSI) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat menggelar seminar nasional IT, Ethics, Regulation dan Cyber Law.

UBSI dan Polda Jawa Barat bersama Aptikom realisasikan seminar nasional ini yang bertajuk “Implementasi UU ITE untuk mencegah Hoax di Media Sosial dalam Mewujudkan Keadilan dan Ketertiban Umum serta Soft Laounching Pengembangan Gedung Baru Kampus UBSI. Kegiatan ini bertempat di Grand Asrillia Hotel, Bandung, Selasa (25/7/2017).

Sementara itu Wakil Rektor I, yang juga Narasumber Dr. Dwiza Riana, MM., MKom., menjelaskan seminar ini merupakan salah satu kepedulian pihaknya untuk membantu Polda Jawa Barat dalam memberantas kejahatan IT, terutama penyebaran berita palsu atau Hoax.

“Seminar ini dibagi 2 (dua) sesi yakni pertama, membahas tentang implementasi UU ITE untuk mencegah Hoax. Dengan menghadirkan narasumber dari Kanit Cyber Ditreskrimus Polda Jabar, Kompol Rudie Trihandoyo, SE dan Praktisi IT Internasional di bidang Hacking IT Forensic dan Ketua Aptikom Wilayah III,” jelasnya.

Sedangkan untuk sesi kedua, diisi oleh Istri Walikota Bandung Atalia Praratya, dari Telkom Univercity Dr. Nina K.H., DR Cecilia dan Pengusaha Tranportasi dan Politisi, Herni Herman dengan bahasan Hoax, Teknologi dan Perempuan.

Seperti dikatakan Narasumber yang juga istri Wali Kota Bandung, Atalia Praratya bahwa Hoax ini sudah kebablasan dan harus diperangi. Pihaknya sering kali menjadi objek berita palsu atau Hoax sebagai istri seorang public figure sudah menjadi resiko menjadi sasaran.

“Ya, kadang perlu diluruskan (konfirmasi) namun tak jarang pula dibiarkan saja mengalir, toh itu berita tak benar. Seperti saat suaminya (kang Emil) sedang buligir saat menyaksikan pertandingan final liga Indonesia di Jaka Baring Palembang. Ada saja tingkah usil, para nitizen yang tak bertanggung jawab. Foto kang Emil dipotong dan dikaaitkan dengan perselingkuhan, dan yang lain-lain,” Ujar Atalia.
Rektor UBSI, Dr. H. Purwadhi, MPd., mengatakan, pihaknya sangat konsen pada proses pembelajaran para mahasiswa khususnya bidang sarana dan prasarana. UBSI bisa menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing maka kampus yang terintegrasi terdapat fasilitas-fasilitas lengkap serta mahasiswa dapat mengekpresikan diri bidang kajiannya mutlak diperlukan.

“Komitmen kami menyiapkan generasi bangsa yang terdidik dan mencerdaskan kehidupan bernegara ini tak main-main. Bahkan kami diundang dipertemuan dengan masyarakat akademik ASEAN bahkan Eropa sudah dilakukan dan akan ditindaklanjuti dengan kerjasama,” katanya.

Selain seminar, Univesitas BSI juga soft launching dari pengembangan kampus yang beralamat di Jl. Sekolah Internasional No 1-6, Antapani, Bandung. (Donny Amantino Manap)***